Anda berada di
Beranda > Essay > OBSERVASI UMKM “WAHYU PUTRA CRAFT”

OBSERVASI UMKM “WAHYU PUTRA CRAFT”

Pada tanggal 10 November 2022, saya Sekar Dwi Hidayati dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, melakukan kunjungan terhadap salah satu UMKM yang berlokasi di Bantul tepatnya di Padukuhan Cempluk RT 05, Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55783.

UMKM ini memproduksi beberapa produk Handy Craft seperti tempat tisu, nampan (tray), plakat-plakat, dan lain sebagainya, dengan bahan dasar kayu sono keling, kayu mahoni, dan kayu jati. Awal mula didirikan usaha ini pada tahun 1998, dimana usaha ini awalnya dirintis oleh Bapak Agung Sudarto kemudian usaha tersebut di lanjutkan oleh anaknya yaitu Mbak Wahyu Septinigsih. Usaha ini mendapatkan omset sebesar Rp40.000.000 sampai Rp50.000.000/bulan.

Untuk desain yang digunakan oleh Wahyu Putra Craft kebanyakan secara custom. Namun usaha tersebut tidak hanya berfokus secara custom saja, melainkan Wahyu Putra Craft juga mendesain sendiri dengan pola yang menarik. Kemudian strategi kapasitas yang digunakan oleh Wahyu Putra Craft ini yaitu menerima pesanan dengan permintaan musiman, karena UMKM ini memprediksi bahwa permintaan sesuai dengan adanya event seperti, adanya wisuda, pameran, dan lain sebagainya. Selanjutnya usaha ini dapat menyelesaikan pembuatannya sesuai dengan tingkat kesulitannya, jika pada produk yang berbentuk besar dapat menyelesaikan 200-300 biji/bulan, sedangkan produk yang berbentuk kecil 500an/bulan.

Cara memproduksi handy craft dengan cara menyiapkan bahan dasar dan bahan baku terlebih dahulu; kemudian kayu tersebut dipotong atau digergaji; setelah dipotong atau digergaji, kayu dioven dengan menggunakan alat oven kayu; setelah kayu tersebut dioven kemudian karyawan membentuk pola sesuai dengan desain yang diinginkan; langkah selanjutnya yaitu mengamplas halus dengan menggunakan kertas atau kain amplas khusus kayu; langkah terakhir yaitu finishing kayu, dengan cara pemberian lapisan pada permukaan kayu dengan tujuan supaya dapat menjadikan barang lebih awet, juga dapat memberikan tambilan yang mewah dan elegan, selain itu produk juga bisa ditambahkan sesuai dengan pesanan seperti kaca, lidi, bambu, dan rotan digunakan untuk kombinasinya.

Untuk tata letak atau layout proses produksi UMKM tersebut sudah baik karena dalam suatu susunan, rancangan, atau tata letak ruang dari sebuah elemen tersebut sudah direncanakan dalam penataannya, sehingga proses produksinya dapat beroperasi dengan baik. Kemudian untuk strategi desain kerja dari UMKM tersebut melalui pemberdaya karyawan dimana karyawan tersebut sudah diberi tanggung jawab masing-masing terhadap pekerjaannya, untuk jumlah karyawan dalam UMKM ini berjumlah 8 orang, dimana mereka dibagi menjadi beberapa job desk atau sistem kerja masing-masing diantaranya sebagai berikut, Bapak Edy sebagai manajer produksi; Bapak Wagiran dan Bapak Wandi sebagai pembahanan atau perkayuan; Bapak Supri sebagai perakit; Bapak Puji sebagai pengamplas; kemudian Bapak Mur, Bapak Suyit dan Bapak Marsudi sebagai finishing. Namun terkadang ada juga karyawan yang merangkap job desk tersebut. Kemudian dalam biaya gaji karyawan yang dikeluarkan UMKM tersebut sebesar Rp20.000.000/bulan.

Penulis: Sekar Dwi Hidayati, mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta atas bimbingan Putri Dwi Cahyani, S. E, M. EI.

Artikel Serupa

Ke Atas