YOGYAKARTA - Komunitas Satupena DIY resmi meluncurkan karya berupa kumpulan cerpen berjudul “Cerita dari Yogya”, yang berlangsung di Ke Selatan, Kraton, Kota Yogyakarta, Selasa (5/5/2026). Sesuai namanya, buku ini merupakan kumpulan cerita para anggota Komunitas Satupena tentang pengalaman dan kenangan di Kota Yogyakarta, khususnya tentang percintaan (dalam konteks yang lebih luas). Dalam
News
Sambut Era Baru, PMII Bantul Maksimalkan Peran Mahasiswa Kawal Kebijakan Pemerintah Daerah
Sesi foto bersama pengurus baru PC PMII Bantul (Foto: istimewa) BANTUL - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bantul resmi dilantik di di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul, Sabtu (2/5/2026). Pelantikan ini dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta alumni PMII dari kepengurusan sebelumnya. Momen ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan
Pekan Sinema Desa Angkat Potensi Film dari Desa Menuju Panggung yang Lebih Luas
Suasana "kelas film making" dalam Pekan Sinema Desa di Bejen Sinemacamp Bantul (Kelingan Garden & Cafe) (Foto: Tedi Kusyairi) BANTUL - Selama enam hari, mulai dari 25 hingga 30 April 2026, bertempat di Bejen Sinemacamp Bantul (Kelingan Garden & Cafe), Forum Desa Sinema berkolaborasi dengan berbagai komunitas film desa di Jateng-DIY,
Pentingnya “Pelukan Digital” Bagi Remaja Untuk Hadapi Fase Kedewasaan
Tampilan depan aplikasi RUMAH RASA (Foto: istimewa) YOGYAKARTA – Atikah Wulandari, mahasiswi Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024 sekaligus Runner Up III Duta GenRe Sleman 2025, resmi meluncurkan aplikasi RUMAH RASA (Remaja Unggul, Mandiri, dan Harmoni dalam Rasa). Platform digital ini hadir sebagai solusi strategis untuk memenuhi urgensi kebutuhan
Pemilu Bukan Hanya Tentang Nyoblos di Bilik Suara, Tapi Juga Keterlibatan Masyarakat Secara Menyeluruh
Para peserta diskusi publik terkait dinamika Revisi UU Pemilu sedang mengamati penjelasan pemateri dengan seksama (Foto: istimewa) YOGYAKARTA - Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa pemilu adalah proses pemilihan anggota eksekutif (presiden-wakil presiden) dan legislatif (DPR-DPRD), dengan cara mendatangi Tempat pemungutan Suara (TPS) pada jam-jam tertentu, mendaftarkan diri dan mengambil nomor
Revisi UU Pemilu Minim Transparansi, Wacana “Tertutup” Kembali Mencuat ke Permukaan
Suasana diskusi publik yang membahas dinamika Revisi UU Pemilu yang terkesan "mandek" di kalangan elit (Foto: istimewa) YOGYAKARTA - Tak bisa dipungkiri lagi, pemilu era reformasi yang sudah berlangsung sejak 1999 silam, semakin kesini semakin berjalan tidak demokratis, rentan kecurangan disana-sini, marak penggunaan politik uang (money politic), dan seterusnya. Akibatnya, selain menghasilkan
Publik Perlu Mengawal Ketat Revisi UU Pemilu
Suasana diskusi publik yang membahas dinamika Revisi UU Pemilu yang terkesan "mandek" di kalangan elit (Foto: istimewa) YOGYAKARTA - Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa pelaksanaan Pemilu selama ini terkesan tidak demokratis, terlalu menghalalkan segala cara, hingga mempercayai yang sifatnya mistis sekalipun (misalnya mempercayai adanya “serangan fajar”), dan seterusnya. Semua itu dilakukan,
Pahitnya Pengalaman Pribadi Sanggup ‘Disulap’ Menjadi Karya Antologi Puisi
BANTUL – Ada banyak cara maupun ide yang bisa dituangkan untuk menjadi sebuah karya sastra. Salah satunya melalui pengalaman pribadi di masa lalu. Apalagi jika berbicara tentang pengalaman asmara. Manusia tidak akan pernah kehabisan ide dan cerita, untuk mendeskripsikan peristiwa yang satu ini, termasuk ke dalam karya sastra. Mungkin itulah yang menjadi
Eksplorasi Imajinasi Tanpa Batas Hasilkan Antologi Cerpen Fiksi
BANTUL – Imajinasi manusia bisa melahirkan banyak peluang baru. Salah satunya peluang menghasilkan karya sastra. Mungkin itulah yang mengilhami Rizqi Nur Sholikha (Leha), seorang siswi di Madrasah Aliyah (MA) Pamulangan, Godean, Sleman, Yogyakarta, untuk dapat membuat antologi cerpen berjudul -20 Hz. Dari judulnya saja, sudah bisa ditebak bahwa buku ini tampak bukan
Mendoakan “Kesuksesan Pribadi” Melalui Penulisan Cerpen Fiksi
BANTUL- Perwujudan doa bisa datang dari mana saja. Salah satunya berasal dari karya sastra. Salah satu siswi Madrasah Aliyah (MA) Pamulangan, Godean, Sleman, Frisca Nazula Pawestri, seperti terilhami untuk mengucapkan doa melalui buku cerpen yang ia tulis sendiri, dengan judul yang terkesan subjektif, namun sangat “gue banget”, yakni Frisca. Cerpen berjudul Frisca
