Anda berada di
Beranda > Opini > Brevet Pajak: Gerbang Kompetensi Mahasiswa Akuntansi Menuju Dunia Pajak Profesional di Era Digital

Brevet Pajak: Gerbang Kompetensi Mahasiswa Akuntansi Menuju Dunia Pajak Profesional di Era Digital

Pendahauluan

            Perkembangan sistem perpajakan di Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan transformasi yang semakin kompleks, terutama dengan hadirnya digitalisasi dalam administrasi fiskal. Integrasi teknologi dalam sistem perpajakan tidak hanya mengubah mekanisme pelaporan dan pengawasan, tetapi juga menuntut kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis dan adaptif. Mahasiswa akuntansi sebagai calon profesional dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam praktik nyata. Sertifikasi Brevet Pajak A, B, dan C menjadi salah satu instrumen strategis dalam membentuk kesiapan profesional mahasiswa, terutama dalam menghadapi tuntutan kompetensi di bidang perpajakan yang semakin kompleks (Erawati & Welan, 2022).

Fenomena tersebut juga diperkuat oleh berbagai penelitian internasional mengenai pentingnya kompetensi profesional di era digital. Penelitian oleh Empirical Research in Vocational Education and Training menyatakan bahwa “routine activities are continuously being automated or digitalised, non-routine activities and the corresponding skills have a similarly increasing importance for employees in accounting as the acquisition of general digital competences” (Pargmann et al., 2023). Kutipan tersebut menunjukkan bahwa profesi akuntansi modern tidak lagi hanya membutuhkan kemampuan teknis dasar, tetapi juga kompetensi digital dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi.

Pembahasan

Peran Brevet Pajak dalam Pembentukan Kompetensi Profesional

            Brevet pajak dirancang sebagai program pembelajaran bertahap yang mencakup pemahaman dasar hingga lanjutan. Brevet A berfokus pada pajak penghasilan orang pribadi, Brevet B pada pajak badan, dan Brevet C pada perpajakan internasional. Struktur ini menunjukkan bahwa brevet pajak merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi profesional yang sistematis. Kajian pendidikan akuntansi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik seperti ini efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dan tuntutan dunia kerja professional (Yakin et al., 2023). Hal tersebut juga sejalan dengan penelitian yang menyebutkan bahwa digital literacy dan kompetensi teknologi memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan profesi akuntansi di era digital (Ifada & Komara, 2023). Pernyataan ini menegaskan bahwa perusahaan saat ini lebih membutuhkan lulusan akuntansi yang memiliki keterampilan praktis, kemampuan teknologi, dan kesiapan profesional dibanding hanya kemampuan teoritis semata.

Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Mengikuti Brevet Pajak

            Minat mahasiswa dalam mengikuti brevet pajak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Motivasi karier menjadi faktor yang paling dominan, di mana mahasiswa melihat sertifikasi ini sebagai investasi untuk meningkatkan peluang kerja dan daya saing (Rahayu et al., 2021). Motivasi kualitas diri juga memiliki peran penting karena berkaitan dengan dorongan internal untuk terus meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan (Novita et al., 2024). Selain itu, perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif membuat mahasiswa mulai menyadari bahwa lulusan dengan sertifikasi profesional memiliki nilai tambah dibandingkan lulusan tanpa kompetensi pendukung.

Pentingnya Pengetahuan Perpajakan bagi Mahasiswa

Tingkat pengetahuan perpajakan juga menjadi faktor penting dalam membentuk minat mahasiswa. Mahasiswa dengan literasi perpajakan yang baik cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap kompleksitas regulasi serta menyadari pentingnya sertifikasi profesional. Temuan empiris menunjukkan bahwa pengetahuan perpajakan berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta membentuk kesadaran profesional individu (Wibowo & Yanti, 2024). Pemahaman perpajakan tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku profesional mahasiswa di masa depan.

Implikasi

            Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam sistem perpajakan semakin memperkuat urgensi penguasaan kompetensi yang adaptif. Pemanfaatan teknologi perpajakan seperti core tax system berbasis kecerdasan buatan menuntut peningkatan literasi perpajakan serta kesiapan digital bagi calon profesional. Perkembangan ini menegaskan bahwa kompetensi di bidang perpajakan tidak lagi terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mencakup kemampuan adaptasi terhadap transformasi digital yang semakin kompleks (Wardani et al., 2021). Hal ini menegaskan bahwa kompetensi di bidang perpajakan tidak lagi bersifat statis, melainkan berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan regulasi. Berdasarkan hasil beberapa penelitian menunjukkan temuan yang beragam. Motivasi karier dipandang sebagai faktor utama dalam pembentukan minat mahasiswa. Sementara itu, penelitian lain menyoroti peran kualitas diri dan kesiapan individu dalam menghadapi tuntutan dunia kerja (Wirianti et al., 2021). Perbedaan temuan tersebut menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap brevet pajak merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal.

            Sertifikasi brevet pajak semakin diakui dalam dunia kerja sebagai indikator kompetensi yang konkret. Perusahaan cenderung memberikan nilai tambah kepada lulusan yang memiliki sertifikasi karena dianggap lebih siap kerja dan memiliki pemahaman teknis yang baik (Novita et al., 2024). Hal ini menunjukkan bahwa brevet pajak tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan daya saing lulusan akuntansi.

Penutup

            Brevet Pajak A, B, dan C dapat dipahami sebagai bagian dari proses transformasi mahasiswa akuntansi menjadi tenaga profesional yang kompeten. Sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat motivasi karier dan kesiapan kerja. Dukungan berbagai kajian akademik menunjukkan bahwa penguatan kompetensi melalui sertifikasi merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan profesi di era digital.

Dosen Pengampu:

Umi Wahidah, S.E., M.Ak., AWP., CCFE.

Fuadhillah Kirana Putri, S.Ak., M.Sc.

Penulis:

Iis Kinasih 2023017002

Sri Rahayu Saragih 2023017016

Ratna Dwi Widariyanti 2023107020

Lucia Tia Natalia 2023017031

Satria Bufala Fery Airlangga 2022017037

Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Referensi

Erawati, T., & Welan, M. B. (2022). Pengaruh persepsi penghargaan finansial dan pemahaman ajaran tri pantangan terhadap pemilihan profesi sebagai akuntan publik pada mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Jurnal Literasi Akuntansi, 2(4), 219–226. https://doi.org/10.55587/jla.v2i4.74

Ifada, L. M., & Komara, A. (2023). Digital Literacy And The Changing Landscape Of The Accounting Profession : The Role Of Technology Adoption Model. 125–141.

Novita, E., Safitri, M., Ridwansyah, E., & Kurniawan, U. (2024). Pengaruh Pengetahuan Perpajakan , Motivasi Karir , Motivasi Kualitas Diri dan Motivasi Ekonomi terhadap Minat Mahasiswa untuk Mengikuti Brevet Pajak ( Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi di Politeknik Negeri Lampung ). 8, 39109–39123.

Pargmann, J., Riebenbauer, E., Holtsch, D. F., & Berding, F. (2023). Digitalisation in accounting : a systematic literature review of activities and implications for competences. Empirical Research in Vocational Education and Training, 1–37. https://doi.org/10.1186/s40461-023-00141-1

Rahayu, A. A., Erawati, T., & Primastiwi, A. (2021). Pengaruh motivasi dan pengetahuan perpajakan terhadap minat mahasiswa mengikuti brevet pajak. Jurnal Riset Perpajakan, 4(November), 240–264.

Wardani, D. K., Primastiwi, A., & Septirohmawati, K. (2021). Pengaruh Pengetahuan Tentang Zakat Dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. 8(c).

Wibowo, J. Y., & Yanti, Y. (2024). The Effect of Tax Knowledge, Tax Sanctions, and E-Filing on Tax Compliance. International Journal of Application on Economics and Business, 2(4), 977–987.

Wirianti, Pahala, I., & Fauzi, A. (2021). Pengaruh Motivasi dan Pengetahuan Profesi terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Memilih Karier Akuntan Publik. 2(2), 196–214.

Yakin, M. A., Putri, F. K., Anita, N., & Putry, C. (2023). Determinan minat mahasiswa mengikuti brevet pajak. 11(2).

Atika, U. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Mengikuti Program Brevet Pajak Dan Dampaknya Terhadap Pemilihan Karir (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi Perguruan Tinggi Di Yogyakarta).

Ambarwati, Y. T. (2021). Pengaruh Motivasi, Persepsi Biaya Pendidikan dan Lama Pendidikan Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi Univerisitas Muhammadiyah Surakarta). Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 13(April), 15–38

Ferdiansah, M. F., Diana, N., & Afifudin. (2020). Pengaruh Minat dan Motivasi Mengikuti Pelatihan Brevet Pajak A dan B Terhadap Pilihan Berkarir Sebagai Akuntan Pajak (Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang. Jurnal Riset Akuntansi, 09(08), 102–115.

Hasanah, A. A., & Aji, A. W. (2021). Pengaruh Motivasi, Biaya Pendidikan, dan Pengetahuan Tentang Akuntan Publik (AP) Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti PPAk. 12(April), 21–32. https://doi.org/http://ejournal.unibba.ac.id/index.php/AKURAT.

Khairunnisa, S., & Kurniawan, R. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Berkarir di Bidang Perpajakan (Studi pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Andalas). Jurnal Akuntansi Trisakti, 7(2), 175– 70 190.

Nelafana, W. (2021). Pengaruh Penghargaan Finansial, Nilai-Nilai Sosial, Pertimbangan Pasar Kerja dan Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Pilihan Berkarir di Bidang Perpajakan (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Indonesia). In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents.

Rivandi, M., & Kemala, E. R. (2021). Pengaruh Motivasi, Biaya Pendidikan dan Lama Pendidikan Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti Pendidikan Akuntansi (PPAk) di Universitas Dharma Andalas. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Dharma Andalas, 23(1), 94–108. https://doi.org/10.47233/jebd.v23i1.177

Saifudin, S., & Darmawan, B. F. (2019). Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti Program Brevet Pajak (Studi Kasus Pada Mahasiswa PTS Di Semarang Tahun 2019). JEMAP, 2(2), 216. https://doi.org/10.24167/jemap.v2i2.2269

Aniswatin, A., Afifudin, A., & Junaidi, J. (2020). Pengaruh Motivasi Pengetahuan Perpajakan, Karier, dan Kualitas Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Brevet Pajak. E-Jra, 09(02), 47–57

Lestari, P. A., Yasa, I. N. P., & Herawati, N. T. (2019). Motivasi Karir dan Motivasi Kualitas terhadap Minat Mahasiswa Jurusan Akuntansi Program S1

Salsabila, R. R., Afifudin, & Hariri. (2021). Pengaruh Minat, Pengetahuan, dan Motivasi Mahasiswa Akuntansi Mengikuti Brevet Pajak. Jurnal Ilmiah Riset Akuntansi, 10(07), 13–24.

Artikel Serupa

Ke Atas