SLEMAN – Buntut dari kehebohan kasus Hogi Minaya, yang justru ditangkap akibat membunuh kawanan jambret, setelah berusaha melindungi istrinya, beberapa waktu lalu, akhirnya menemukan titik akhir. Polres Sleman, sebagai satuan yang turut menangani kasus tersebut, resmi mendapat pimpinan baru, yang akan bertugas sebagai Kapolres, menggantikan Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo,
News
Puluhan Miras Berhasil Diamankan Dalam Pelaksanaan Operasi Pekat Progo 2026
SLEMAN – Jajaran kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY), yang tergabung dalam Operasi Pekat Progo 2026, berhasil mengamankan sebanyak 55 kasus, yang terdiri dari peredaran dan penjualan minuman keras ilegal, narkotika, obat-obatan terlarang, prostitusi, perjudian, senjata tajam, peredaran dan pembuatan petasan, kejahatan jalanan dan premanisme. Dari 55 kasuh tersebut, polisi berhasil mengamankan
Mengapa Seni Cukil Kayu Tidak Setenar Seni Lukis Kontemporer?
Kumpulan lukisan cukil kayu karya Syahrizal Pahlevi (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Dalam dunia seni lukis, sebuah lukisan bisa dihargai dengan sangat mahal, lantaran memiliki nilai seni (estetika) yang tinggi, keunikan/kelangkaan (originalitas), reputasi seniman yang cukup mentereng, serta nilai sejarah atau emosional yang mendalam. Salah satu yang cukup menjadi perbincangan publik, adalah
Jelang Arus Mudik, Polisi Tinjau Kesiapan Gerbang Tol Purwomartani
SLEMAN – Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan tahun ini, masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk melakukan aktivitas mudik ke kampung halamannya masing-masing. Pihak kepolisian pun tidak tinggal diam, dan mulai mengecek beberapa ruas jalan besar, yang kemungkinan akan dilalui oleh berbagai kendaraan, selama pelaksanaan mudik Lebaran maupun arus balik, selama beberapa
Melukis dengan Cukil Kayu Lebih Menantang, Tapi Lebih Menyenangkan
Syahrizal Pahlevi (kanan) saat menceritakan tentang pameran lukis cukil kayu kepada awak media (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Seniman selalu memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan ide dan gagasannya, untuk dituangkan menjadi sebuah mahakarya yang layak disaksikan oleh banyak orang. Menurut Syahrizal Pahlevi, seorang seniman asal Palembang, Sumatera Selatan, yang sehari-hari menggeluti seni
GALERI FOTO: Regas Awali 2026 Dengan Pergantian Pengurus dan Buka Puasa Bersama
Sanggar sastra Regas mengawali pertemuan perdana di tahun 2026 dengan semangat baru, untuk bisa memajukan dunia sastra, khususnya di wilayah Kulon Progo, menjadi lebih maju dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semangat baru Regas tersebut diwujudkan dalam pemilihan pengurus baru, yang akan bertugas di sepanjang tahun 2026 ini. Salah satunya adalah pemilihan
Regas Awali Pertemuan Tahun 2026 Dengan Pemilihan Pengurus dan Bukber
KULON PROGO - Sanggar sastra Regas mengawali pertemuan perdana di tahun 2026 dengan semangat baru, untuk bisa memajukan dunia sastra, khususnya di wilayah Kulon Progo, menjadi lebih maju dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semangat baru Regas tersebut diwujudkan dalam pemilihan pengurus baru, yang akan bertugas di sepanjang tahun 2026 ini. Salah
Mahfud MD: Perubahan Mendasar Sebuah Negara Selalu Diawali “Operasi Caesar”
Suasana Dialog Kebangsaan di Masjid Jogokariyan (Foto: Azka Qintory) YOGYAKARTA - Kegaduhan politik yang terjadi belakangan ini, khususnya sejak kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG), rupanya telah memantik rasa penasaran sejumlah pihak, terkait bagaimana nasib bangsa Indonesia ke depannya. Terlebih ketika pemerintahan saat ini terlalu memaksakan diri untuk mengaplikasikan programnya ke
Mahfud MD: Bangsa Besar Bisa Hancur Karena Ketidakadilan
Suasana Dialog Kebangsaan di Masjid Jogokariyan (Foto: Azka Qintory) YOGYAKARTA - Polemik ketidakadilan yang melanda bangsa Indonesia, khususnya sejak tahun-tahun terakhir kepemimpinan presiden Jokowi, telah memantik diskusi dari berbagai pihak dan juga sudut pandang, untuk dapat membedah sejauh mana ketidakadilan bisa menjadi "api" yang dapat memecah suatu bangsa. Namun di saat
Mahasiswa KKN UPY Bangkitkan Semangat KWT di Padukuhan Cungkuk
BANTUL – Kualitas pengabdian masyarakat dari mahasiswa tidak harus diukur dari durasi waktu pelaksanaan, namun lebih menitikberatkan pada dampak dan makna yang mampu ditinggalkan (warisan). Pengalaman inilah yang dirasakan mahasiswa KKN PKM-SK Universitas PGRI Yogyakarta Kelompok 10, selama menjalankan program pengabdian di Padukuhan Cungkuk, Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul. Meskipun KKN
