Penampilan spesial "Duo Ordo" di atas panggung Selasa Sastra di Kelingan Garden & Cafe (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Berawal dari pertemuan di salah satu padepokan dalam project workshop, Nunung Deni Puspitasari dan Regina Gandes Mutiary memiliki banyak kesamaan yang seolah tidak disengaja. Misalnya sama-sama berzodiak Scorpio, punya semangat berkarya seni yang sama,
Sastra
Menghasilkan Karya Antologi Cerpen dari Hidup yang ‘Absurd’
Suasana diskusi buku antologi cerpen berjudul "Matahari 1/4 Lingkar" karya Irfanda Azka Muzaki (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Dalam setiap pembuatan karya sastra seperti antologi cerpen maupun puisi, seseorang biasanya akan mengacu pada sesuatu yang dekat dengan kehidupannya sehari-hari, atau pengalaman tertentu yang pernah dialami, dan seterusnya. Namun bagi Irfanda Azka Muzaki,
GALERI FOTO: Sambut HUT Kemerdekaan dengan Bersastra
Bulan Agustus selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Pasalnya bulan yang satu ini merupakan momen perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, yang kerap dimeriahkan dengan berbagai acara, dan dibungkus dengan istilah “Agustusan”. Selasa Sastra juga tak ketinggalan ikut meramaikan perayaan kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus, alias merayakan momen “Agustusan” tersebut. Mengambil tema “Sajak-sajak
Merayakan HUT Kemerdekaan dengan Pentas Sastra
Salah satu penampilan pembacaan puisi di acara Selasa Sastra edisi Agustus 2026, yang berlangsung di Kelingan Garden & Cafe (Foto: Azka Qintory) BANTUL – Bulan Agustus selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Pasalnya bulan yang satu ini merupakan momen perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, yang kerap dimeriahkan dengan berbagai acara, dan dibungkus
AI Tidak Akan Mampu Menggantikan Seni Seutuhnya
BANTUL - Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dan cepat telah mampu mengubah berbagai sektor dalam kehidupan, salah satunya adalah bidang seni dan sastra. Belum lagi dengan kemunculan AI (Artificial Intelligence) seperti saat ini, yang membuat segala sesuatunya terasa lebih mudah dari sebelumnya. Termasuk dalam membuat karya sastra seperti lukisan, cerpen,
Mengungkap Potensi Besar Dunia Sastra yang Begitu Menjanjikan di Era Digital
BANTUL - Seiring dengan perkembangan dunia teknologi informasi yang begitu pesat, dunia sastra juga turut mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah kehadiran platform cerpen atau sastra secara umum, yang mampu mewadahi setai karya sastra dari para generasi muda, yang bisa dijadikan sumber penghasilan secara rutin setiap bulannya. Bahkan di aplikasi
Pentingnya Kompetisi Menulis untuk Terus Memacu Diri
YOGYAKARTA - Dalam aktivitas kepenulisan, biasanya sulit bagi penulis untuk mengukur “seberapa bagus tulisan yang telah dibuat”, manakala tulisan tersebut hanya dibaca seorang diri, atau dinikmati oleh kalangannya sendiri, seperti orang tua/keluarga, teman, maupun followers di media sosial. Padahal, masih ada cara lain yang bisa dilakukan, untuk menilai bagus tidaknya kualitas tulisan yang
Pentingnya Konsistensi bagi Sastrawan Muda dalam Menghasilkan Karya
YOGYAKARTA - Dunia kepenulisan karya sastra ibarat ruang alternatif bagi rekreasi intelektual. Dalam rekreasi intelektual khususnya dalam proses penulisan karya sastra, bisa saja tidak lepas dari yang namanya stuck atau buntu. Penulis seringkali mengalami rasa bosan, jenuh, kehilangan motivasi, atau sulit menemukan ide baru ketika menjalani proses menulis. Namun untuk mengatasi hal tersebut, semuanya
Sastrawan Muda Tidak Disarankan Menggunakan AI Dalam Penulisan Karya Sastra
YOGYAKARTA - Kehadiran teknologi informasi yang begitu masif di era saat ini, seperti misalnya AI (Artificial Intelligence), rupanya telah ikut mengubah cara manusia dalam beraktivitas, termasuk dalam membuat karya sastra. Banyak sastrawan muda yang kini menggantungkan AI sebagai tools dalam menciptakan ide-ide baru, sekaligus sebagai alat untuk menghasilkan karya sastra itu sendiri, sebagai hasil
Sastrawan Muda Perlu Banyak Belajar ke Seniornya Terkait Konsistensi dalam Berkarya
YOGYAKARTA - Selama ini, banyak dari sastrawan atau penyair yang terkenal adalah mereka yang sudah berusia lanjut, atau bahkan yang sudah tiada, seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Pramoedya Ananta Toer, W.S. Rendra, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo, dan lain sebagainya. Setelah nama-nama tersebut, tidak banyak sastrawan muda yang meneruskan jejak mereka,
