Melukis dengan Cukil Kayu Lebih Menantang, Tapi Lebih Menyenangkan

Syahrizal Pahlevi (kanan) saat menceritakan tentang pameran lukis cukil kayu kepada awak media (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Seniman selalu memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan ide dan gagasannya, untuk dituangkan menjadi sebuah mahakarya yang layak disaksikan oleh banyak orang. Menurut Syahrizal Pahlevi, seorang seniman asal Palembang, Sumatera Selatan, yang sehari-hari menggeluti seni

GALERI FOTO: Regas Awali 2026 Dengan Pergantian Pengurus dan Buka Puasa Bersama

Sanggar sastra Regas mengawali pertemuan perdana di tahun 2026 dengan semangat baru, untuk bisa memajukan dunia sastra, khususnya di wilayah Kulon Progo, menjadi lebih maju dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semangat baru Regas tersebut diwujudkan dalam pemilihan pengurus baru, yang akan bertugas di sepanjang tahun 2026 ini. Salah satunya adalah pemilihan

Regas Awali Pertemuan Tahun 2026 Dengan Pemilihan Pengurus dan Bukber

KULON PROGO - Sanggar sastra Regas mengawali pertemuan perdana di tahun 2026 dengan semangat baru, untuk bisa memajukan dunia sastra, khususnya di wilayah Kulon Progo, menjadi lebih maju dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semangat baru Regas tersebut diwujudkan dalam pemilihan pengurus baru, yang akan bertugas di sepanjang tahun 2026 ini. Salah

Mahfud MD: Perubahan Mendasar Sebuah Negara Selalu Diawali “Operasi Caesar”

Suasana Dialog Kebangsaan di Masjid Jogokariyan (Foto: Azka Qintory) YOGYAKARTA - Kegaduhan politik yang terjadi belakangan ini, khususnya sejak kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG), rupanya telah memantik rasa penasaran sejumlah pihak, terkait bagaimana nasib bangsa Indonesia ke depannya. Terlebih ketika pemerintahan saat ini terlalu memaksakan diri untuk mengaplikasikan programnya ke

Mahfud MD: Bangsa Besar Bisa Hancur Karena Ketidakadilan

Suasana Dialog Kebangsaan di Masjid Jogokariyan (Foto: Azka Qintory) YOGYAKARTA - Polemik ketidakadilan yang melanda bangsa Indonesia, khususnya sejak tahun-tahun terakhir kepemimpinan presiden Jokowi, telah memantik diskusi dari berbagai pihak dan juga sudut pandang, untuk dapat membedah sejauh mana ketidakadilan bisa menjadi "api" yang dapat memecah suatu bangsa. Namun di saat

Mahasiswa KKN UPY Bangkitkan Semangat KWT di Padukuhan Cungkuk

BANTUL – Kualitas pengabdian masyarakat dari mahasiswa tidak harus diukur dari durasi waktu pelaksanaan, namun lebih menitikberatkan pada dampak dan makna yang mampu ditinggalkan (warisan). Pengalaman inilah yang dirasakan mahasiswa KKN PKM-SK Universitas PGRI Yogyakarta Kelompok 10, selama menjalankan program pengabdian di Padukuhan Cungkuk, Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul. Meskipun KKN

Kelingan Garden & Cafe Buka Kelas Pelatihan Seni di Berbagai Bidang, Siap Tumbuhkan Talenta Budaya Masa Depan

BANTUL - Kelingan Garden & Cafe, sebuah cafe hidden gem baru di wilayah Bantul kota, berkolaborasi dengan beberapa lembaga dan organisasi yang ada di Bantul dan sekitarnya, siap menyelenggarakan kelas pelatihan seni dalam berbagai bidang. Adapun bidang-bidang tersebut antara lain Kelas Acting, Kelas Novel, Kelas English Public Speaking, Kelas Jurnalistik

SPPG Se-DIY Berkomitmen Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis Lewat Kolaborasi Presisi

SLEMAN - Seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah DIY berkomitmen siap berkolaborasi presisi dengan Polda DIY, Dinas Kesehatan dan instansi lainnya untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045', Kamis (12/2/2026).  Kepala KPPG Region DIY Harosno Budi Waluyo mengapresiasi Polda

Polda DIY Catat Tren Positif dalam Operasi Keselamatan Progo 2026

YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) merilis hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 yang dilaksanakan pada 2 - 15 Februari 2026. Hingga minggu kedua pelaksanaan (8 s.d. 15 Februari 2026), operasi ini menunjukkan tren positif yang signifikan dalam upaya meningkatkan disiplin berlalu lintas dan

Kritik Melalui Sastra Adalah Penopang Revolusi Kemerdekaan yang Sebenarnya

PM Laksono (paling kanan) saat menyampaikan materi terkait Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI (Foto: Azka Qintory) SLEMAN - Pada masa pra-kemerdekaan hingga orde baru, keberadaan sastra masih dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Hal ini terjadi lantaran karya-karya sastra seperti puisi, cerpen, novel, dan seterusnya, telah mampu menjadi penggerak suatu perubahan,