Anda berada di
Beranda > News > TANAMKAN NILAI TRADISI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DAN CERITA RAKYAT

TANAMKAN NILAI TRADISI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DAN CERITA RAKYAT

BANTUL – Dalam rangka Internalisasi Nilai Tradisi Melalui Permainan Tradisional dan Cerita Rakyat, di Lapangan Trirenggo Bantul, besok tanggal 10 – 11 Juli 2019, akan ada acara dongeng dan permainan anak tradisonal.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang masyarakatnya terdiri dari beranekaragam suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Keadaan ini telah menyebabkan bangsa Indonesia memiliki warisan budaya (culture heritage) yang beranekaragam. Warisan budaya tersebut antara lain: permainan tradisional dan cerita rakyat (dongeng), ungkap Christriyati Ariani, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui rilisnya (8/7) di Jakarta.

Sebagai warisan budaya bangsa, permainan tradisional dan cerita rakyat sesungguhnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya bangsa kepada generasi muda, karena merupakan perwujudan dari tingkah laku manusia yang terwujud dari serentetan nilai-nilai yang menurut masyarakat atau kelompok suku bangsa pendukungnya diakui keberadaannya. Nilai-nilai tersebut antara lain: kebersamaan, sportifitas, berani bersaing, kejujuran, kepahlawanan, dan sebagainya.

“Dalam kaitannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa keberadaan permainan tradisional dan cerita rakyat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkukuh jati diri bangsa, yaitu dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya kepada generasi muda,” ungkap Ariani.

Penanaman Nilai Tradisi melalui Permainan Tradisional dan Cerita Rakyat ini akan dilaksanakan pada bulan Juli 2019, sedangkan tempat pelaksanaannya di lapangan Trirenggo, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta. Permainan tradisional akan diampu oleh komunitas Kampoeng Dolanan desa Panggungharjo, sedangkan Cerita rakyat / dongeng akan diampu oleh Kak Iwan dkk dari sanggar SANIJI Bantul. Tampil pada sesi dongeng operet Sang Kancil yang didukung Dalang bocah terbaik tingkat nasional Branjang Pamadi dari sanggar Sumunar Banguntapan Bantul.

Kegiatan ini juga dalam rangka turut memeriahkan hari jadi Kabupaten Bantul yang ke 188 tahun 2019 yang didukung sepenuhnya oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keragaman budaya kepada generasi muda, khususnya permainan tradisional dan cerita rakyat.

“Tujuannya untuk melestarikan warisan budaya bangsa yang berkaitan dengan permainan tradisional dan cerita rakyat; dan meningkatkan apresiasi terhadap keragaman budaya bangsa dan menanamkan nilai-nilai tradisi yang terkandung di dalamnya,” pungkas Ariani.

BTW

 

Wahana Permainan Anak Tradisonal dan Pesona Jajan Pasar Tradisonal di Bantaran Sungai Kaligawe, Daya Tarik Wisatawan Ke Berlian Bintaran Kedung Pring; https://youtu.be/nKDK8N_vuys

Artikel Serupa

Ke Atas