YOGYAKARTA - Dunia kepenulisan karya sastra ibarat ruang alternatif bagi rekreasi intelektual. Dalam rekreasi intelektual khususnya dalam proses penulisan karya sastra, bisa saja tidak lepas dari yang namanya stuck atau buntu. Penulis seringkali mengalami rasa bosan, jenuh, kehilangan motivasi, atau sulit menemukan ide baru ketika menjalani proses menulis. Namun untuk mengatasi hal tersebut, semuanya
Sastra
Sastrawan Muda Tidak Disarankan Menggunakan AI Dalam Penulisan Karya Sastra
YOGYAKARTA - Kehadiran teknologi informasi yang begitu masif di era saat ini, seperti misalnya AI (Artificial Intelligence), rupanya telah ikut mengubah cara manusia dalam beraktivitas, termasuk dalam membuat karya sastra. Banyak sastrawan muda yang kini menggantungkan AI sebagai tools dalam menciptakan ide-ide baru, sekaligus sebagai alat untuk menghasilkan karya sastra itu sendiri, sebagai hasil
Sastrawan Muda Perlu Banyak Belajar ke Seniornya Terkait Konsistensi dalam Berkarya
YOGYAKARTA - Selama ini, banyak dari sastrawan atau penyair yang terkenal adalah mereka yang sudah berusia lanjut, atau bahkan yang sudah tiada, seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Pramoedya Ananta Toer, W.S. Rendra, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo, dan lain sebagainya. Setelah nama-nama tersebut, tidak banyak sastrawan muda yang meneruskan jejak mereka,
Bersastralah Karena Ada Sesuatu yang Ingin Disampaikan
YOGYAKARTA - Di tengah arus modernisasi yang kian gencar seperti saat ini, salah satunya dengan kehadiran AI (Artificial Intelligence), membuat keberadaan sastra mulai dipertanyakan, dan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang perlu dilakukan, apalagi dilestarikan kepada generasi selanjutnya. Namun, sastra masih tetap memiliki tempat yang layak untuk generasi muda, karena sastra
Pentingnya Mengamati Lingkungan Sekitar untuk Dijadikan Materi Antologi Puisi
BANTUL - Inspirasi menulis buku bisa lahir dari mana saja, termasuk dari lingkungan sekitar. Itulah yang menjadi awal mula seorang Djessica Yula, seorang lulusan program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY tahun 2023, untuk mulai menerbitkan buku antologi puisi karyanya sendiri, yang berjudul “Upaya untuk Pulang”. Buku ini
Refleksikan Perjalanan Kehidupan Melalui Buku Antologi Puisi
BANTUL - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menuliskan pengalaman hidup, salah satunya melalui kumpulan antologi puisi. Oleh sebab itulah, menjadi cara yang dilakukan oleh seorang Winda Cahyati, salah satu lulusan program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY tahun 2025, yang baru saja me-launching buku antologi puisi
Penerbit Ananta Vidya Buka Peluang Writerpreneur Lewat Program “Nubaran”
BANTUL - Menulis buku adalah kesempatan untuk semua orang, baik dari kalangan manapun, dan usia berapapun. Kesempatan inilah yang dibuka oleh Penerbit Ananta Vidya, yang digawangi oleh Direkturnya, Anastasia Arsiwi Anggita Dewi, melalui program tahunan yang diberi nama “Nulis Bareng Ananta” (Nubaran). Dalam acara Selasa Sastra bertajuk “Sajak-sajak Arah Angin” yang berlangsung
Ada Banyak Jalan Menuju Sastra
BANTUL - Jika selama ini kita sering mendengar istilah populer yakni banyak jalan menuju Roma, yang berarti banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencapai hasil yang sama, maka hal itu juga berlaku pada sosok Dea Chairunnisa, seorang Master of Ceremony (MC) atau public speaker yang baru saja menerapkan istilah “banyak jalan menuju sastra” dalam
GALERI FOTO: Menyikapi Dinamika Hidup dengan Senandung Sastra
Dinamika hidup yang semakin luas dalam beberapa waktu terakhir, seperti konflik di Timur Tengah, harga minyak yang terus melonjak, dan lain-lain, membuat banyak pihak mulai bereaksi sesuai dengan cara dan kreativitas masing-masing. Bagi para sastrawan, cara terbaik untuk merespons berbagai dinamika tersebut adalah dengan membuat karya sastra. Itulah yang mendasari hadirnya event
Dinamika Hidup Terus Berkembang, Selasa Sastra Merespon dengan Pertunjukan Sastra
BANTUL – Selasa sastra kembali hadir di bulan Juli 2026 dengan sejumlah penampilan sastra menarik serta beberapa acara pendukung lainnya. Mengambil tema “Sajak-sajak Arah Angin”, Selasa Sastra kali ini mencoba untuk merespon berbagai isu global yang terjadi di dunia saat ini, seperti peperangan di Timur Tengah, mahalnya harga minyak, melonjaknya nilai
