Penampilan spesial "Duo Ordo" di atas panggung Selasa Sastra di Kelingan Garden & Cafe (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Berawal dari pertemuan di salah satu padepokan dalam project workshop, Nunung Deni Puspitasari dan Regina Gandes Mutiary memiliki banyak kesamaan yang seolah tidak disengaja. Misalnya sama-sama berzodiak Scorpio, punya semangat berkarya seni yang sama,
Tag: Selasa Sastra
Membuat Antologi Puisi sekaligus Mengenang Sosok yang Telah Pergi
Suasana diskusi buku antologi puisi berjudul "Cara Paling Sendu untuk Merindu" karya Isaura Erina Rahma Putri (Foto: kanal YouTube Bang Tedi Way) BANTUL - Menghasilkan karya sastra seperti puisi bisa terinspirasi dari mana saja, termasuk pengalaman personal. Bagi Isaura Erina Rahma Putri, salah satu lulusan program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas
Menghasilkan Karya Antologi Cerpen dari Hidup yang ‘Absurd’
Suasana diskusi buku antologi cerpen berjudul "Matahari 1/4 Lingkar" karya Irfanda Azka Muzaki (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Dalam setiap pembuatan karya sastra seperti antologi cerpen maupun puisi, seseorang biasanya akan mengacu pada sesuatu yang dekat dengan kehidupannya sehari-hari, atau pengalaman tertentu yang pernah dialami, dan seterusnya. Namun bagi Irfanda Azka Muzaki,
GALERI FOTO: Sambut HUT Kemerdekaan dengan Bersastra
Bulan Agustus selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Pasalnya bulan yang satu ini merupakan momen perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, yang kerap dimeriahkan dengan berbagai acara, dan dibungkus dengan istilah “Agustusan”. Selasa Sastra juga tak ketinggalan ikut meramaikan perayaan kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus, alias merayakan momen “Agustusan” tersebut. Mengambil tema “Sajak-sajak
Merayakan HUT Kemerdekaan dengan Pentas Sastra
Salah satu penampilan pembacaan puisi di acara Selasa Sastra edisi Agustus 2026, yang berlangsung di Kelingan Garden & Cafe (Foto: Azka Qintory) BANTUL – Bulan Agustus selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Pasalnya bulan yang satu ini merupakan momen perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, yang kerap dimeriahkan dengan berbagai acara, dan dibungkus
Pentingnya Mengamati Lingkungan Sekitar untuk Dijadikan Materi Antologi Puisi
BANTUL - Inspirasi menulis buku bisa lahir dari mana saja, termasuk dari lingkungan sekitar. Itulah yang menjadi awal mula seorang Djessica Yula, seorang lulusan program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY tahun 2023, untuk mulai menerbitkan buku antologi puisi karyanya sendiri, yang berjudul “Upaya untuk Pulang”. Buku ini
Refleksikan Perjalanan Kehidupan Melalui Buku Antologi Puisi
BANTUL - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menuliskan pengalaman hidup, salah satunya melalui kumpulan antologi puisi. Oleh sebab itulah, menjadi cara yang dilakukan oleh seorang Winda Cahyati, salah satu lulusan program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY tahun 2025, yang baru saja me-launching buku antologi puisi
Penerbit Ananta Vidya Buka Peluang Writerpreneur Lewat Program “Nubaran”
BANTUL - Menulis buku adalah kesempatan untuk semua orang, baik dari kalangan manapun, dan usia berapapun. Kesempatan inilah yang dibuka oleh Penerbit Ananta Vidya, yang digawangi oleh Direkturnya, Anastasia Arsiwi Anggita Dewi, melalui program tahunan yang diberi nama “Nulis Bareng Ananta” (Nubaran). Dalam acara Selasa Sastra bertajuk “Sajak-sajak Arah Angin” yang berlangsung
Ada Banyak Jalan Menuju Sastra
BANTUL - Jika selama ini kita sering mendengar istilah populer yakni banyak jalan menuju Roma, yang berarti banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencapai hasil yang sama, maka hal itu juga berlaku pada sosok Dea Chairunnisa, seorang Master of Ceremony (MC) atau public speaker yang baru saja menerapkan istilah “banyak jalan menuju sastra” dalam
GALERI FOTO: Menyikapi Dinamika Hidup dengan Senandung Sastra
Dinamika hidup yang semakin luas dalam beberapa waktu terakhir, seperti konflik di Timur Tengah, harga minyak yang terus melonjak, dan lain-lain, membuat banyak pihak mulai bereaksi sesuai dengan cara dan kreativitas masing-masing. Bagi para sastrawan, cara terbaik untuk merespons berbagai dinamika tersebut adalah dengan membuat karya sastra. Itulah yang mendasari hadirnya event
