YOGYAKARTA - Dalam aktivitas kepenulisan, biasanya sulit bagi penulis untuk mengukur “seberapa bagus tulisan yang telah dibuat”, manakala tulisan tersebut hanya dibaca seorang diri, atau dinikmati oleh kalangannya sendiri, seperti orang tua/keluarga, teman, maupun followers di media sosial. Padahal, masih ada cara lain yang bisa dilakukan, untuk menilai bagus tidaknya kualitas tulisan yang
Tag: Festival Literasi Jogja 2026
Pentingnya Konsistensi bagi Sastrawan Muda dalam Menghasilkan Karya
YOGYAKARTA - Dunia kepenulisan karya sastra ibarat ruang alternatif bagi rekreasi intelektual. Dalam rekreasi intelektual khususnya dalam proses penulisan karya sastra, bisa saja tidak lepas dari yang namanya stuck atau buntu. Penulis seringkali mengalami rasa bosan, jenuh, kehilangan motivasi, atau sulit menemukan ide baru ketika menjalani proses menulis. Namun untuk mengatasi hal tersebut, semuanya
Sastrawan Muda Tidak Disarankan Menggunakan AI Dalam Penulisan Karya Sastra
YOGYAKARTA - Kehadiran teknologi informasi yang begitu masif di era saat ini, seperti misalnya AI (Artificial Intelligence), rupanya telah ikut mengubah cara manusia dalam beraktivitas, termasuk dalam membuat karya sastra. Banyak sastrawan muda yang kini menggantungkan AI sebagai tools dalam menciptakan ide-ide baru, sekaligus sebagai alat untuk menghasilkan karya sastra itu sendiri, sebagai hasil
Sastrawan Muda Perlu Banyak Belajar ke Seniornya Terkait Konsistensi dalam Berkarya
YOGYAKARTA - Selama ini, banyak dari sastrawan atau penyair yang terkenal adalah mereka yang sudah berusia lanjut, atau bahkan yang sudah tiada, seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Pramoedya Ananta Toer, W.S. Rendra, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo, dan lain sebagainya. Setelah nama-nama tersebut, tidak banyak sastrawan muda yang meneruskan jejak mereka,
Bersastralah Karena Ada Sesuatu yang Ingin Disampaikan
YOGYAKARTA - Di tengah arus modernisasi yang kian gencar seperti saat ini, salah satunya dengan kehadiran AI (Artificial Intelligence), membuat keberadaan sastra mulai dipertanyakan, dan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang perlu dilakukan, apalagi dilestarikan kepada generasi selanjutnya. Namun, sastra masih tetap memiliki tempat yang layak untuk generasi muda, karena sastra
