Belajar “Ngasah Roso” dari Pemilu Pertama di Yogyakarta

Suasana diskusi Ngasah Roso di Joglo Demokrasi KPU DIY (Foto: Azka Qintory) YOGYAKARTA - Di tengah situasi demokrasi di Indonesia yang kian “cacat”, termasuk konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, membuat banyak pihak terpancing untuk bersuara, menyampaikan, pendapat, sekaligus berdiskusi. Salah satunya yang dilakukan Yayasan LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial),

GALERI FOTO: Ngasah Roso di Era Kecacatan Demokrasi

Di tengah situasi demokrasi di Indonesia yang kian "cacat", termasuk konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, membuat banyak pihak terpancing untuk bersuara, menyampaikan, pendapat, sekaligus berdiskusi. Salah satunya yang dilakukan Yayasan LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial), yang menyelenggarakan diskusi Ngasah Roso (Ngabuburit Berfaedah, Kanggo Negoro) denga topik “Menakar Demokrasi

Riset LKiS Terkait Pilkada 2024: Sebatas Kegiatan Prosedural Memilih Pemimpin Tanpa Substansi

BANTUL - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2024 lalu, sama seperti pelaksanaan Pilpres dan Pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, masih hanya dipahami sebagai kegiatan yang bersifat prosedural semata, alias hanya kegiatan mencoblos di bilik suara yang tersedia di TPS (Tempat Pemungutan Suara), tanpa ada substansi atau makna yang lebih rinci di

Warga Sipil Millenial Jogja Tuntut Perbaikan Sistem Pemilu Secara Menyeluruh

Pemilu masih dipahami sebatas hanya kegiatan mencoblos (memilih pemimpin) untuk lima tahun ke depan saja, padahal masih banyak aspek lain yang bisa digali dan lebih banyak melibatkan masyarakat secara umum. BANTUL - Meskipun sudah berlangsung secara rutin setiap 5 tahun sekali, nyatanya sistem Pemilu yang berlangsung di Indonesia masih menyimpan banyak

Mencegah Perilaku Korupsi Sejak Dini Mulai Dari Tingkat Terbawah

Diskusi refleksi peranan masyarakat dalam transparansi anti-korupsi (foto: Azka Qintory) SLEMAN - Perilaku korupsi di negeri ini sudah sangat massif, bahkan cenderung sudah menjadi "budaya" tersendiri, terutama di kalangan pejabat elit. Namun siapa sangka, aktivitas korupsi tidak hanya terjadi di kalangan pejabat elit saja, tapi juga sudah menyasar ke tingkatan bawah, alias