Anda berada di
Beranda > News > SMP Negeri 1 Piyungan Bantul Gelar Bimtek Penulisan Karya Siswa untuk Diterbitkan

SMP Negeri 1 Piyungan Bantul Gelar Bimtek Penulisan Karya Siswa untuk Diterbitkan

BANTUL – SPJ – Upayakan meningkatknya kemampuan literasi siswa, SMP Negeri 1 Piyungan Bantul Yogyakarta mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Buku bagi Siswa.

Sebanyak 30 siswa mengikuti acara yang digelar dalam beberapa tahap. Tiga bidang yang diberikan: penulisan buku nonfiksi dengan pemateri Tedi Kusyairi, puisi diampu Latief Noor Rochmans, dan geguritan oleh Hidratmoko Andritamtomo.

Kepala SMP Negeri 1 Piyungan Dra Sri Lestari MPd menerangkan, bahwa Bimtek tahun ini yang keempat. Sudah tergelar tiga kali di tahun sebelumnya.

“Kalo tahun sebelumnya berupa antologi bersama, yang membedakan, tahun ini hasil akhir tiap anak menghasilkan satu buku kumpulan karya. Jadi nanti akan ada 30 judul buku karya siswa, terbagi puisi, geguritan, dan nonfiksi. Kalau tahun-tahun sebelumnya,” ujar Sri Lestari.

Peserta dijaring melalui audisi yang kemudian dipilih berdasar kemampuan siswa.

“Kami punya komunitas duta literasi. Mereka mendaftar, dan kami pilih,” terang Sri Lestari.

Setelah mengikuti bimbingan, para peserta akan menulis karya yang kemudian dikumpulkan. Bimtek dilaksanakan mulai 9-13 Februari 2026, dilanjutkan dengan mentoring karya hingga penerbitan buku.

“Juni naskah sudah masuk semua dan dieditori. Bulan Juli naik cetak, Agustus kami luncurkan di acara Lustrum sekolah,” tambah Sri Lestari.

Branding SMP Negeri 1 Piyungan adalah sekolah literasi. Lewat pembuatan buku karya siswa ini diharap bisa mendongkrak kegemaran membaca dan menulis.

Menurut Sri Lestari, rapor literasi siswa mendapat nilai 100.

“Karena itu saya berpesan, jangan sampai turun. Di sekolah kami, sebelum kegiatan belajar mengajar, ada literasi berbasis HP. Ada juga yang membaca buku. Ada siswa yang membaca cerpen, puisi atau geguritan. Didengar, kemudian mereka menulis,” ucap Sri Lestari.

Hampir semua peserta sangat menikmati bimtek ini. Tedi Kusyairi, Latief Noor Rohmans dan Hindratmoko menyebut para peserta sangat antusias.

Tak kalah heboh dan antusias dari kelas puisi dan geguritan yang berbasis fiksi, peserta kelas penulisan buku nonfiksi juga sangat aktif.

“Mulai dari diperkenalkan dengan dunia buku nonfiksi, mencari ide yang menarik pembaca, konsep buku, draft outline, hingga perencanaan riset dan penulisan, mereka sangat concern dan aktif mengerjakannya,” ujar Tedi Kusyairi mentor kelas buku nonfiksi di SMPN 1 Piyungan (13/2/2026).

Jika di tahun sebelumnya ada kelas essay maka kali ini kelas buku nonfiksi menghadapi tantangan penulisan yang lebih komlkes karena menulis sekitar 70 halaman bahan untuk buku yang diterbitkan memerlukan semangat dan konsentrasi peserta yang luar biasa.

“Yang luar biasa dari para peserta adalah, tak hanya bisa mengkonsep sebuah buku dengan memilih judul buku yang menarik, tapi sudah bisa menjabarkan outline draft isi buku yang akan ditulisnya dengan diperkirakan mencapai 70 halaman, bagi usia SMP ini sangat menarik,” ungkap Tedi lebih lanjut.

Bimtek kelas nonfiksi diikuti oleh 10 peserta: Reza, Aqila, Elviana, Atika, Isnaini, Rizka, Khaila, Nia, Nurmalita, dan Wildan, didampingi Guru Tyas dan Nur Hamidah.

“Banyak aturan menulis buku yang baru aku tau, terus baru tahu kalo buku nonfiksi itu harus bener-bener perhatiin sumber info, topik buku nya, sama audiensnya, pokonya seru,” kata Nia yang akan menulis buku dengan rencana judul ‘Suara yang Penah Diam’.

Sementara menurut Wildan yang rencananya akan menulis buku dengan judul ‘Kapan Terakhir Kali Kamu Gagal?’, mengatakan bahwa tantangan menulis buku nonfiksi yang baru pertama kali dialaminya ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk masuk kedunia penulisan yang sesungguhnya, karena akan berhubungan dengan dunia penerbitan buku. (*)

Artikel Serupa

Ke Atas