BANTUL – Selasa sastra kembali hadir di bulan Juli 2026 dengan sejumlah penampilan sastra menarik serta beberapa acara pendukung lainnya. Mengambil tema “Sajak-sajak Arah Angin”, Selasa Sastra kali ini mencoba untuk merespon berbagai isu global yang terjadi di dunia saat ini, seperti peperangan di Timur Tengah, mahalnya harga minyak, melonjaknya nilai
Tag: Selasa Sastra
GALERI FOTO: Menepati Janji Di Bulan Juni Dengan Lantunan Sastra
BANTUL - Selasa Sastra kembali hadir pada edisi Juni 2026 di Kelingan Garden & Cafe, Selasa (2/6/2026). Dalam edisi kali ini, Selasa Sastra mengambil tema “Janji di Bulan Juni”. Tema ini mengacu pada bagaimana agar setiap orang selalu berkomitmen terhadap janji yang pernah disampaikan, dan berusaha untuk menepatinya, baik di bulan
Menepati Janji di Bulan Juni dengan Lantunan Sastra
Salah satu penampilan dalam Selasa Sastra edisi Juni 2026 (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Selasa Sastra kembali hadir pada edisi Juni 2026 di Kelingan Garden & Cafe, Selasa (2/6/2026). Dalam edisi kali ini, Selasa Sastra mengambil tema “Janji di Bulan Juni”. Tema ini sengaja dipilih, sebagai cara untuk mengingat kembali setiap janji yang
Pahitnya Pengalaman Pribadi Sanggup ‘Disulap’ Menjadi Karya Antologi Puisi
BANTUL – Ada banyak cara maupun ide yang bisa dituangkan untuk menjadi sebuah karya sastra. Salah satunya melalui pengalaman pribadi di masa lalu. Apalagi jika berbicara tentang pengalaman asmara. Manusia tidak akan pernah kehabisan ide dan cerita, untuk mendeskripsikan peristiwa yang satu ini, termasuk ke dalam karya sastra. Mungkin itulah yang menjadi
Eksplorasi Imajinasi Tanpa Batas Hasilkan Antologi Cerpen Fiksi
BANTUL – Imajinasi manusia bisa melahirkan banyak peluang baru. Salah satunya peluang menghasilkan karya sastra. Mungkin itulah yang mengilhami Rizqi Nur Sholikha (Leha), seorang siswi di Madrasah Aliyah (MA) Pamulangan, Godean, Sleman, Yogyakarta, untuk dapat membuat antologi cerpen berjudul -20 Hz. Dari judulnya saja, sudah bisa ditebak bahwa buku ini tampak bukan
Mendoakan “Kesuksesan Pribadi” Melalui Penulisan Cerpen Fiksi
BANTUL- Perwujudan doa bisa datang dari mana saja. Salah satunya berasal dari karya sastra. Salah satu siswi Madrasah Aliyah (MA) Pamulangan, Godean, Sleman, Frisca Nazula Pawestri, seperti terilhami untuk mengucapkan doa melalui buku cerpen yang ia tulis sendiri, dengan judul yang terkesan subjektif, namun sangat “gue banget”, yakni Frisca. Cerpen berjudul Frisca
Menciptakan Pertemanan yang ‘Berisik’ Tapi Tetap Mampu ’Berbisik’ di Ruang Bilik Kehidupan
BANTUL - Dari seluruh fase kehidupan, bisa dibilang fase remaja adalah periode terindah yang pernah dialami oleh manusia. Sebab usia remaja (10-18 tahun) merupakan masa-masa di mana manusia sedang dalam pencarian jati diri, transisi menuju kedewasaan, mulai merasakan jatuh cinta, serta munculnya pertemanan yang solid. Poin terakhir menjadi salah satu titik
Melestarikan Talenta Sastra Melalui Program Dinas Kebudayaan
Suasana diskusi antologi puisi dalam acara Selasa Sastra di Kelingan Garden & Cafe (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Ada banyak cara untuk memperkenalkan dunia sastra kepada generasi muda. Salah satunya melalui program yang disediakan oleh Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Kebudayaan. Berkat salah satu programnya bernama “Temu Karya Sastra” (TKS) dengan
GALERI FOTO: Berbukalah dengan Sebait Sastra
Event Selasa Sastra kembali hadir di penghujung ramadhan 1447 H pada Selasa (17/3/2026), yang berlangsung di Kelingan Garden & Cafe, Bejen, Bantul Kota. Dalam kesempatan kali ini, Selasa Sastra kembali hadir dengan sejumlah pertunjukan sastra pilihan, baik itu pembacaan puisi, kutipan novel, musik puisi, dan sebagainya. Selain itu, ada juga diskusi
GALERI FOTO: Launching Novel “Suara Rindu” di Acara Selasa Sastra
Perhelatan Selasa Sastra kembali menjadi saksi diluncurkannya novel baru. Kali ini ada novel karya Dila Sari Octaviana berjudul "Suara Rindu" yang turut hadir memeriahkan Selasa Sastra yang mengusung tema "Tapak Batas Rindu" di Kelingan Garden Cafe, Minggu (15/2/2026). Tidak hanya di-launching, novel ini juga turut dibedah dan didiskusikan, tepatnya oleh Muyassarotul
