Anda berada di
Beranda > Opini > Hidupmu Adalah Hari Ini, Bukan Besok Apalagi Kemarin

Hidupmu Adalah Hari Ini, Bukan Besok Apalagi Kemarin

 

Jika anda perhatikan dengan seksama, banyak orang di luar sana, yang tanpa sadar kerap mempertanyakan masa lalunya. “Kenapa bisa begini”, “kenapa kok begitu”, dan lain sebagainya.

Tapi tak sedikit pula yang suka menghayal tentang masa depannya. Membayangkan apa yang akan terjadi di esok hari, tahun depan, lima tahun depan, sepuluh tahun lagi, dan masih banyak khayalan “semu” lainnya.

Mereka sepertinya lupa, bahwa hidup mereka yang sesungguhnya adalah “Hari ini”. Ya, hari ini, atau bahkan “Sekarang”. Hidupmu bukanlah besok, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, atau kapanpun itu. Karena hidupmu belum tentu masih akan berlanjut pada rentang waktu tersebut.

Hidupmu juga bukan tentang masa lalumu, karena itu semua sudah berlalu, dan tidak akan bisa dikembalikan lagi oleh apapun juga. Dunia ini tidak memiliki mesin waktu, seperti milik tokoh kartun Doraemon, yang bisa mengembalikkan pemiliknya ke masa lalu atau bahkan melihat dirinya di masa depan. Hidup ini tidaklah sefantasi itu kawan!

– – – – – – – – – – –

Sebenarnya, hidupmu yang sesungguhnya adalah hari ini, dan juga sekarang. Karena setiap aktivitas yang kita lakukan adalah terjadi saat ini. Jadi, sebaiknya investasikan tenaga dan pikiran kita untuk apa yang sekarang ini sedang kita hadapi.

Bukannya meratapi masa lalu atau menghayal tentang masa depan, yang belum pasti akan terjadi.

TAPI, TAPI, TAPI…. Bukan berarti kita tidak boleh mengingat masa lalu dan luput menyiapkan masa depan. Kedua hal itu juga SANGAT SANGAT penting bagi setiap umat manusia. Karena masa sekarang adalah hasil akumulasi dari setiap aktivitas di masa lalu, dan tentunya akan memiliki dampak untuk masa depan.

Karena memang, sejatinya masa lalu, masa sekarang, dan masa depan itu saling berkaitan satu sama lain, tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Hanya saja, orang-orang itu lebih banyak membicarakan masa lalu serta masa depannya. Sehingga masa sekarang-nya hanya dihabiskan untuk membicarakan kedua momen itu saja. Atau dengan kata lain, dia sedang “tidak memiiki hidup”. Bukankah begitu?

Sangat penting bagi kita, untuk mengisi hari-hari yang kita alami dengan aktivitas yang positif dan penuh energi. Sehingga kita tidak akan sempat untuk membahas masa lalu atau merencanakan masa depan. Karena kita tidak punya waktu dan cukup pikiran, untuk terus-menerus melakukan keduanya. Walaupun itu sebenarnya bukanlah hal yang buruk.

Namun, jika sudah terkesan “overload”, bahkan membuat kita sampai tidak punya hidup di masa sekarang, itu bisa dibilang sudah tidak sehat lagi. Karena itu sama saja bahwa kita tidak sedang benar-benar hidup.

– – – – – – – – – – –

Apa yang sudah berlalu, biarlah itu berlalu, tidak usah terlalu banyak dipikirkan. Toh kita tidak akan pernah bisa kembali ke masa itu, apalagi mengubah takdir yang sudah terjadi.

Dan apa yang akan terjadi di masa depan, memang harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Tapi janganlah lupa, kita ini hidup di masa sekarang. Hendaknya gunakan masa sekarang-mu juga dengan sebaik mungkin. Karena hidup ini sangatlah singkat, kawan. Kita bahkan tidak tahu esok hari apakah kita masih bisa bernafas atau tidak. Karena masa depan itu sangatlah “misterius”.

Kuncinya adalah hidup secara BALANCE (Seimbang) atau sesuai porsinya. Jangan sampai porsi-nya diubah-ubah apalagi dititikberatkan di salah satu aspek saja. Sekalipun itu menyangkut tentang masa sekarang.

Kalo dalam skala 100%, buatlah porsi untuk masa lalu sekitar 20% saja, sebagai bahan renungan serta evaluasi tentang apa yang sudah terjadi, dan apa yang perlu diperbaiki. Lalu sediakan 30% untuk merencanakan masa depan. Masa depan pun bisa terbagi dua, yakni short-term (jangka pendek) dan long-term (jangka panjang).

Jangka pendek biasanya dalam rentang lima tahun ke depan. Rencanakan dengan baik, spesifik dan terperinci, serta seperlunya saja. Karena lagi-lagi, masa depan itu tidak ada yang benar-benar pasti. Semuanya masih bisa terjadi. Bahkan kita belum tentu masih hidup dalam lima tahun lagi. Jadi sebaiknya rencanakan seperlunya saja.

Sama halnya dengan long-term atau jangka panjang. Bedanya dengan jangka pendek mungkin perencanaannya masih belum terlalu spesifik dan terperinci. Tapi ya tidak ada salahnya untuk membuatnya jika memang sudah mempunyai gambaran yang jelas, tentang apa yang akan terjadi pada kurun waktu tersebut.

Dan sisanya, yakni 50%, fokuskan untuk melakukan apa yang ada di hadapanmu pada saat ini. Nikmati dan syukuri setiap proses yang ada. Karena tidak banyak orang yang dapat berada di posisimu saat ini. Setiap orang punya porsi hidup dan jalannya masing-masing. Jadi jangan coba-coba bandingkan hidup anda dengan orang lain, apalagi menyangkut masa lalu maupun masa depannya.  Karena setiap kisah orang sudah pasti berbeda-beda. (qin)

Artikel Serupa

Ke Atas