
YOGYAKARTA – Gaya hidup rendah gula atau populer disebut low sugar lifestyle menjadi tren terbaru untuk tahun 2026. Gaya hidup ini muncul seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan. Masyarakat mulai sadar bahwa konsumsi gula berlebih merupakan pemicu utama berbagai masalah kesehatan, mulai dari penurunan stamina secara drastis (sugar crash) hingga resiko penyakit metabolik jangka panjang.
Di sisi lain, usia produktif juga membutuhkan asupan energi dengan kandungan protein dan kalsium tinggi. Artinya, seperti yang tercantum dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga 2025 lalu jumlah usia produktif mencapai 193,3 juta jiwa, yakni berusia 15-64 tahun. Merekalah yang memerlukan asupan protein dan kalsium tinggi. Namun persoalannya, bagaimana mereka mendapatkan nutrisi maksimal dari susu tanpa harus khawatir dengan asupan gula tambahan?
Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan, pertama, perlu ada inovasi dalam memproduksi dan memformulasi pangan. Kedua, transparansi informasi terkait klaim manfaat kesehatan pada bahan pangan dengan kandungan gulanya. Dan ketiga, jaminan validitas informasi dan terverifikasi oleh negara untuk menjamin keamanan pangan.
Oleh karena itu, PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) melakukan “jemput bola” dengan inovasi less sugar (rendah gula) melalui bahan nutrisi susu kambing. Konsentrasi kajian yang didasari pola konsumsi susu kambing secara rutin membantu menjaga energi tubuh tetap stabil sepanjang hari. Mengingat susu kambing memiliki kandungan gula rendah.
Devi Eliya Brand Manager Etawaku Platinum menjelaskan, selain masalah kandungan gula, transparansi informasi menjadi hal yang sangat krusial di masa kini. Banyak produk di pasar yang menawarkan klaim manfaat kesehatan yang terkadang berlebihan, atau bahkan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Oleh karena itu, sebagai konsumen yang cerdas, kita perlu memastikan bahwa apa yang tercantum dalam kemasan adalah informasi yang valid dan telah terverifikasi oleh negara. Langkah verifikasi dari badan regulasi pangan nasional (BPOM) sangat penting untuk menjamin keamanan pangan.
“Dengan pengawasan ketat oleh negara, setiap informasi yang diterima konsumen bisa lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, ketika produk tersebut mengklaim mendukung kesehatan tulang atau stamina, hal itu sudah didasarkan pada standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia,” urai Devi.
Ciptakan Daya Tahan Tubuh yang Sesuai Standar Kesehatan
Tahun 2026 menjadi tantangan bagaimana menciptakan daya tahan tubuh yang dibangun dari bahan pangan. Khususnya bagaimana kita mampu menjaga keseimbangan antara pemilihan bahan yang tepat, dan kepatuhan terhadap standar kesehatan. Dalam hal ini, konsumen memiliki kemampuan untuk memilih produk yang tidak hanya mendukung aktivitas harian, melainkan juga melindungi kesehatan secara jangka panjang.
Selain itu, industri kesehatan di Indonesia juga dituntut lebih berani untuk terbuka dalam proses verifikasi BPOM sampai periode merilis varian rendah gula, salah satunya yang telah dibuktikan oleh Etawaku Platinum. Produk inovasi ini bukan sekadar produk susu biasa, melainkan mitra bagi masyarakat urban untuk mencapai gaya hidup yang lebih berkualitas.
“Pilihan pada asupan yang sudah terverifikasi secara resmi dan sesuai dengan kebutuhan gizi modern akan lebih memudahkan kita menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan sehat. Stamina yang terjaga bukan lagi tentang seberapa banyak kita makan, melainkan seberapa cerdas kita memilih apa yang masuk ke dalam tubuh kita untuk tetap kuat beraktivitas setiap hari,” tandas Devi.
Sebagai tambahan, dr Anurogo, M Sc, Ph D dalam artikelnya yang berjudul “Keajaiban dan Manfaat Susu Kambing bagi Kesehatan” yang diunggah di kemkes.go.id mengilustrasikan bahwa susu kambing adalah susu yang kaya nutrisi dan bioaktif, mudah dicerna dan rendah alergi, mendukung imun dan antiflamasi, prebiotik alami menjaga usus, fermentasi membantu anemia dan oksidasi, dan potensial untuk produk kesehatan modern.
Menurut dr Anurogo, susu kambing Etawaku Platinum ini dapat dikonsumsi mulai dari bayi berumur enam bulan hingga lanjut usia. Dari masing-masing generasi usia tersebut, semua unsur sudah terpenuhi. Mulai dari usia 6 hingga 12 bulan misalnya, susu kambing Etawaku Platinum memiliki oligosakarida dan profil lemak yang mendekati ASI. Efek positifnya membantu pembentukan sistem imun yang matang, menurunkan resiko alergi, dan mendukung pertumbuhan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.
Sementara pada golongan usia kanak-kanak, susu kambing Etawaku Platinum memiliki kandungan protein berkualitas tinggi, kalsium, dan zinc yang mendukung pertumbuhan tulang, gigi, dan jaringan. Zinc berperan penting dalam sintesis enzim, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh. Sedangkan pada usia remaja dan dewasa, kandungan peptida bioaktif dari kasein dalam susu kambing Etawaku Platinum berperan sebagai penghambat ACE (Angiotensin-Converting Enzyme), serta menurunkan tekanan darah secara alami.
Selain itu, kandungan Medium Chain Triglycerides (MCT) juga membantu pengaturan berat badan dengan meningkatkan pembakaran energi. Kombinasi nutrisi ini mendukung metabolisme optimal dan mencegah hipertensi serta obesitas.
Untuk kalangan lansia, susu kambing Etawaku Platinum berkhasiat mencegah demensia dan gangguan neurodegeneratif pada populasi lanjut usia. Kandungan rasio kalsium-fosfor yang seimbang mampu memperkuat kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Kandungan magnesium, triptofan, dan selenium juga mendukung fungsi saraf dan melindungi neuron. (R. Toto Sugiharto)

