Sastrawan Muda Tidak Disarankan Menggunakan AI Dalam Penulisan Karya Sastra

YOGYAKARTA - Kehadiran teknologi informasi yang begitu masif di era saat ini, seperti misalnya AI (Artificial Intelligence), rupanya telah ikut mengubah cara manusia dalam beraktivitas, termasuk dalam membuat karya sastra. Banyak sastrawan muda yang kini menggantungkan AI sebagai tools dalam menciptakan ide-ide baru, sekaligus sebagai alat untuk menghasilkan karya sastra itu sendiri, sebagai hasil

Sastrawan Muda Perlu Banyak Belajar ke Seniornya Terkait Konsistensi dalam Berkarya

YOGYAKARTA - Selama ini, banyak dari sastrawan atau penyair yang terkenal adalah mereka yang sudah berusia lanjut, atau bahkan yang sudah tiada, seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail, Pramoedya Ananta Toer, W.S. Rendra, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo, dan lain sebagainya. Setelah nama-nama tersebut, tidak banyak sastrawan muda yang meneruskan jejak mereka,

Bersastralah Karena Ada Sesuatu yang Ingin Disampaikan

YOGYAKARTA - Di tengah arus modernisasi yang kian gencar seperti saat ini, salah satunya dengan kehadiran AI (Artificial Intelligence), membuat keberadaan sastra mulai dipertanyakan, dan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang perlu dilakukan, apalagi dilestarikan kepada generasi selanjutnya. Namun, sastra masih tetap memiliki tempat yang layak untuk generasi muda, karena sastra

Bagaimana Prospek Tanaman Joho di Masa Depan?

Budidaya tanaman joho (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Tanaman pohon joho dikenal sebagai salah satu bahan pewarna batik alami, yang dapat menghasilkan batik berkualitas dan tahan lama hingga ratusan tahun. Selain mampu menghasilkan warna batik yang awet dan berkualitas, tanaman joho (Jolaweni/Terminalia bellirica) juga dikenal mampu menghasilkan bahan obat-obatan herbal, jamu, serta

Inilah Proses Pembuatan Pewarna Batik dari Pohon Joho

Ilustrasi hasil batik dari pewarna alam pohon joho (Foto: istimewa) BANTUL - Masyarakat masih belum banyak yang mengetahui, bahwa tanaman dari pohon joho bermanfaat sebagai pewarna batik alami, dan bisa bertahan hingga ratusan tahun lamanya. Termasuk di kalangan pembatik sekalipun. Sanggar Wani Migunani, yang terletak di Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, menjadi salah

Budidaya Pohon Joho Sangat Penting untuk Pelestarian Pewarna Alam Batik

Penyerahan simbolis budidaya tanaman joho kepada pembatik (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Keberadaan pewarna batik alami kini semakin sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi proses pembuatannya juga cenderung rumit, membutuhkan waktu yang cukup lama, serta masih kalah saing dengan pewarna sintetis atau printing. Adapun salah satu sumber pewarna batik alami yang masih

Bagaimana Sejarah Awal Pohon Joho Bisa Dibudidayakan sebagai Pewarna Batik Alami?

Ilustrasi pohon joho di Gunungkidul (Foto: istimewa) BANTUL - Tidak banyak masyarakat yang tahu, termasuk dari kalangan pembatik sendiri, bahwa pohon joho memiliki khasiat yang sangat baik, sebagai sumber pewarna alami bagi kain batik. Di tengah maraknya pewarna sintetis serta batik printing sebagai bahan pewarna batik masa kini, ekstraksi dari pohon joho dinilai juga

Mengapa Sosialisasi Budidaya Pohon Joho Sangat Sulit Dilakukan?

Ketua Sanggar Wani Migunani, Awit Radiani, memeriksa tanaman joho yang ada di kebunnya (Foto: Azka Qintory) BANTUL - Pelestarian batik masih menghadapi ancaman serius. Salah satunya disebabkan karena kelangkaan pewarna alami, yang berasal dari sumber daya alam di lingkungan sekitar masyarakat. Adapun salah satu sumber pewarna batik alami berasal dari pohon joho.

GALERI FOTO: Budidaya Tanaman Joho Pewarna Alam Batik

Ketersediaan pewarna alam batik mulai jarang ditemukan di lingkungan masyarakat. Terlebih, penggunaan pewarna alami juga cenderung rumit, serta memakan waktu yang cukup lama. Namun, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Sanggar Wani Migunani, berhasil menemukan cara baru untuk mendapatkan bahan pewarna batik secara alami, yang berasal dari pohon Joho. Selain alami, pembuatan batik

Pentingnya Mengamati Lingkungan Sekitar untuk Dijadikan Materi Antologi Puisi

BANTUL - Inspirasi menulis buku bisa lahir dari mana saja, termasuk dari lingkungan sekitar. Itulah yang menjadi awal mula seorang Djessica Yula, seorang lulusan program Temu Karya Sastra (TKS) dari Dinas Kebudayaan “Kundha Kabudayan” DIY tahun 2023, untuk mulai menerbitkan buku antologi puisi karyanya sendiri, yang berjudul “Upaya untuk Pulang”. Buku ini