Anda berada di
Beranda > News > Film ‘Keweleh’ Sabet Juara I dalam Lomba Film Fiksi Bantul Tahun 2023

Film ‘Keweleh’ Sabet Juara I dalam Lomba Film Fiksi Bantul Tahun 2023

BANTUL – SPJ – Rangkaian kegiatan Workshop Film Fiksi Bantul yang ditutup dengan pengumuman pemenang Lomba Film Fiksi Bantul Tahun 2023 resmi ditutup oleh Slamet pamuji selaku sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul di Ross Inn Hotel hari Rabu (13/09/2023).

Workshop dan lomba film fiksi budaya bantul dimulai dengan kegiatan workshop pembuatan film pada 13 Juli 2023, dilanjutkan dengan pendampingan kelompok oleh Paguyuban Sineas Bantul dalam 12 kelompok yang hasilnya adalah film fiksi pendek bertema kebudayaan Bantul untuk masa depan.

Slamet Pamuji mengatakan bahwa agenda yang sudah tergarap oleh Dinas Kebudayaan Bantul berkolaborasi dengan Paguyuban Sineas Bantul ini dalam rangka meregenerasi sekaligus menggali potensi calon-calon sineas dari Bantul selanjutnya.

“Setidaknya sudah tiga tahun terakhir diselenggarakan, dan kami bahagia selalu ada potensi baru dalam dunia sinema di bantul, yang terlebih lagi banyak anak muda yang makin meningkat bakatnya dalam dunia sineas. Harapannya para sineas muda bisa ikut mengembangkan berbagai potensi bantuil melalui wadah sinema. Semoga kedepan akan banyak film dari Bantil yang bisa dilihat di kancah internasional,” kata Slamet Pamuji (13/09/2023).

Para peserta workshop diminta membuat film bertema budaya untuk kemudian di lombakan dan diapresiasi. Dalam proses pembuatan film tersebut peserta dibebaskan dalam menggali ide dan prosesnya mau melibatkan siapa saja, setiap kelompok difasilitasi instruktur dari PSB guna mendampingi peserta berkarya. Proses ini dilaksanakan selama bulan juli hingga agustus kemarin.

Dari 12 kelompok lahir 12 judul film baru mengenai budaya Bantul yang ditafsirlan oleh para pembuat film. Kurasi untuk menentukan urutan rangking nilai dilakukan di ruang audio visual Dinas Kebudayaan Bantul pada hari selasa (12/09/2023, menghadirkan juri; Tedi Kusyairi, Yulius Pramana Jati, Husnul Latif, Haryanto dan Ninda Fillasputri. Para juri membuat catatan atas setiap film yang dinilai, baik kekuatan maupun kekurangan masing-masing film, dari berbagai aspek utamanya mengenai tema dan orisinalitas ide, sinematografi dan artistik, serta alur dan penokohan. Sidang juri cukup sengit untuk menentukan urutan film dari yang mendapatkan nilai tertinggi terendah.

Rabu (13/09/223) di Ross Inn, Tedi Kusyairi mewakili juri menyampaikan catatan umum kuratorial terhadap film-film hasil peserta workshop dan lomba film fiksi budaya Bantul. Catatan itu dianataranya; kebanyakan belum paham benar apa itu film pendek dan bagaimana mengemas cerita dalam film pendek, selanjutnya masih banyak yang membuat judul saklek sesuai tema sehingga kurang eksploratif dan imajinatif, hal yang paling banyak dilakukan oleh peserta itu belum bisa menulis cerita film yang kemudian diwujudkan dalam skenario yang baik, ini nanti akan mengarahkan pada ketokohan yang baik serta konflik dramaturgi yg diketengahkan dalam film.

“Kebanyakan temen-temen terjebak membuat film yang serupa kamus, hanya menjelaskan fenomena budaya, bukan mencoba menarasikan amanat tema dengan humanistik, ditambah lagi film masih seperti video dokumentasi dalam kemasan fiksi,” kata Tedi dihadapan forum.

Menurut Tedi, pasca acara ini, peserta bisa memperbaiki filmnya untuk diikutkan dalam berbagai event, sementara itu secara manajerial akan ada kegiatan lanjutan seperti diskusi dan pemutaran film, training of trainer, serta kegiatan dalam rangka memperkuat manajerial sineas muda.

Berikut ini ururtan judul film pemenangnya; Juara I ‘Keweleh’, Juara II ‘Crah’, Juara III ‘Jimpitan’, Juara Harapan I ‘Ngrembaka Ing Budaya’, Juara Harapan II ‘Rekadaya’, Juara Harapan III ‘Serkiler’, selanjutnya secara berurutan yakni Nomine I ‘Sandi’, Nomine II ‘Kembang Setaman’, Nomine III ‘Sego Wiwit’, Nomine IV ‘Lampah’, Nomine V ‘Sing Mbaurekso’, dan terakhir Nomine VI ‘Wiron’.

Tedi Kusyairi menjelaskan bahwa sejak tahun 2017 Paguyuban Sineas Bantul sudah menyelenggarakan workshop dan lomba film yang kemudian bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Bantul, pada tahun ini, saat ini, akhirnya bisa menemukan film yang lumayan sangat bagus untuk anak muda, film ‘Keweleh’ dalam hal teknik sinematografi dan artitisk, alur dan penokohan, tema dan ide sangat kuat sebagaimana tema, meski demikian masih banyak catatan juri untuk memperbaiki film tersebut agar lebih layak tayang ke publik. (har)

Untuk link video lengkap ada di tautan sebagai berikut; Maaf saya tetap harus nangis!!! Awarding Lomba Film Fiksi Budaya Bantul Tahun 2023 https://youtu.be/o3WRDFBVkV0

Artikel Serupa

Ke Atas