Pementasan monolog oleh Agung Syamsu (foto: Azka Qintory) BANTUL - Awal tahun 2026 Selasa Sastra kembali hadir menyapa seluruh pemirsa baik secara daring maupun luring. Bertempat di Kelingan Garden Cafe, Bejen, Bantul, Selasa (6/1/2026), Selasa Sastra kali ini bertema "Harapan Baru Dalam Bersastra". Selasa Sastra edisi kali ini menampilkan beberapa penampilan sastra
Tag: sastra
GALERI FOTO: Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia 2025 Melalui Sastra
BANTUL - Peringatan hari anti korupsi se-dunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember mendatang, menjadi momentum yang tepat untuk dijadikan sebagai bahan refleksi bagi seluruh masyarakat, terkait penanganan korupsi yang masih membudaya di negeri ini. Dan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tindakan korupsi, adalah dengan berkarya sastra.
Semakin Eksis, Komunitas Sastra Regas Sukses Selenggarakan Lomba Baca Puisi Anak se-Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025
KULON PROGO - Komunitas Sastra Regas adalah organisasi kepemudaan di bidang sastra yang aktif berkegiatan di Kulon Progo. Sebagai komunitas yang fokus di bidang sastra, Regas memberikan ruang kepada anak-anak, remaja hingga pemuda untuk mengenal, mempelajari dan melestarikan sastra. Seperti halnya yang dilakukan pada Selasa (4/11/2025) kemarin, dimana komunitas sastra
GALERI FOTO: Perayaan 11 Tahun Selasa Sastra
Tepat pada 1 Februari 2025 lalu, event Selasa Sastra genap berusia 11 tahun. Momen perayaan pun dilaksanakan secara sederhana di Pendopo KSS (Komunitas Sanggar Sastra) Bantul, yang berlokasi di kawasan Sewon, Bantul. Berikut adalah beberapa cuplikan pilihan redaksi dari momen perayaan tersebut. (Foto: Azka Qintory)
11 Tahun Perayaan Selasa Sastra: Impossible No, I’m Possible Yes
BANTUL - Bertempat di Pendopo Komunitas Sanggar Seni (KSS) Bantul, yang berada di kawasan Sewon, Bantul, Selasa Sastra merayakan ulang tahunnya yang ke-11, tepat pada hari Sabtu (1/2/2025). Pementasan sastra yang telah berlangsung sejak 2014 ini, telah menjadi wadah bagi banyak sastrawan, penyair, serta seniman, termasuk juga masyarakat umum, untuk berani
GALERI FOTO: Hari Kedua Festival Sastra Yogyakarta 2024
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) tahun 2024 yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, kini telah memasuki hari kedua, Jumat (29/11/2024). Setelah hari pembuka kemarin diguyur hujan lebat, kali ini keadaan cuaca cukup mendukung, sehingga seluruh agenda kegiatan bisa terlaksana tanpa hambatan. Berikut adalah sejumlah momen menarik yang terjadi dalam perhelatan FSY
Masuki Tahun Keempat, Festival Sastra Yogyakarta Selalu “Siyaga” Dengan Setiap Perubahan Yang Ada
YOGYAKARTA - Keberadaan sastra masih belum begitu digandrungi oleh masyarakat secara umum, termasuk generasi muda atau Gen Z. Hanya saja, sebagai "ibukota Sastra", kota Yogyakarta tentunya perlu menggiatkan lagi kegiatan bersastra kepada masyarakat umum, agar dapat menjaga eksistensi sastra hingga ke generasi berikutnya. Untuk itulah, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bersama stakeholder
Memperkenalkan (Kembali) Penulisan Essai Di Tengah Gempuran Digital
BANTUL - Bagi anda yang gemar menulis, maka anda harus melakoni kegiatan ini secara konsisten, terus-menerus, dibaca lagi, diteliti lagi, dan yang paling utama adalah tidak bisa hanya dilakukan semaunya saja, apalagi jika anda ingin menjadikan kegemaran ini sebagai sesuatu yang menghasilkan pundi-pundi uang. Begitulah kurang lebih intisari dalam Workshop Pembinaan
FKY 2024: Meninjau Pentingnya Yogyakarta Memiliki Museum Sastra
BANTUL - Meskipun sudah banyak diakui sebagai daerah dengan tradisi sastra yang paling kental dan juga konsisten, namun nyatanya hingga saat ini Yogyakarta masih belum memiliki satu wadah khusus, yang bisa digunakan sebagai tempat koleksi-koleksi sastra tersebut bersemayam, untuk dapat dinikmati oleh lintas generasi. Topik inilah yang kemudian diangkat dalam
FKY 2024: (Andaikata) Yogyakarta Punya Museum Sastra
BANTUL - Di samping menampilkan puluhan karya dari para seniman, Pameran Azimat Siasat yang diselenggarakan di MCC Tepi Sabin, kawasan Bawuran, Pleret, Bantul ini juga turut memamerkan beberapa arsip Sastra Yogyakarta sejak tahun 1940-an. Arsip-arsip tersebut diantaranya berupa buku, koran, majalah, media massa, mesin ketik jadul, dan artefak-artefak lainnya. Dipamerkannya benda-benda
