Sanggar sastra Regas mengawali pertemuan perdana di tahun 2026 dengan semangat baru, untuk bisa memajukan dunia sastra, khususnya di wilayah Kulon Progo, menjadi lebih maju dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semangat baru Regas tersebut diwujudkan dalam pemilihan pengurus baru, yang akan bertugas di sepanjang tahun 2026 ini. Salah satunya adalah pemilihan
Tag: sastra
Regas Awali Pertemuan Tahun 2026 Dengan Pemilihan Pengurus dan Bukber
KULON PROGO - Sanggar sastra Regas mengawali pertemuan perdana di tahun 2026 dengan semangat baru, untuk bisa memajukan dunia sastra, khususnya di wilayah Kulon Progo, menjadi lebih maju dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semangat baru Regas tersebut diwujudkan dalam pemilihan pengurus baru, yang akan bertugas di sepanjang tahun 2026 ini. Salah
Kritik Melalui Sastra Adalah Penopang Revolusi Kemerdekaan yang Sebenarnya
PM Laksono (paling kanan) saat menyampaikan materi terkait Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI (Foto: Azka Qintory) SLEMAN - Pada masa pra-kemerdekaan hingga orde baru, keberadaan sastra masih dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Hal ini terjadi lantaran karya-karya sastra seperti puisi, cerpen, novel, dan seterusnya, telah mampu menjadi penggerak suatu perubahan,
Sambut Awal Tahun 2026 dengan Bersastra
Pementasan monolog oleh Agung Syamsu (foto: Azka Qintory) BANTUL - Awal tahun 2026 Selasa Sastra kembali hadir menyapa seluruh pemirsa baik secara daring maupun luring. Bertempat di Kelingan Garden Cafe, Bejen, Bantul, Selasa (6/1/2026), Selasa Sastra kali ini bertema "Harapan Baru Dalam Bersastra". Selasa Sastra edisi kali ini menampilkan beberapa penampilan sastra
GALERI FOTO: Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia 2025 Melalui Sastra
BANTUL - Peringatan hari anti korupsi se-dunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember mendatang, menjadi momentum yang tepat untuk dijadikan sebagai bahan refleksi bagi seluruh masyarakat, terkait penanganan korupsi yang masih membudaya di negeri ini. Dan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tindakan korupsi, adalah dengan berkarya sastra.
Semakin Eksis, Komunitas Sastra Regas Sukses Selenggarakan Lomba Baca Puisi Anak se-Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025
KULON PROGO - Komunitas Sastra Regas adalah organisasi kepemudaan di bidang sastra yang aktif berkegiatan di Kulon Progo. Sebagai komunitas yang fokus di bidang sastra, Regas memberikan ruang kepada anak-anak, remaja hingga pemuda untuk mengenal, mempelajari dan melestarikan sastra. Seperti halnya yang dilakukan pada Selasa (4/11/2025) kemarin, dimana komunitas sastra
GALERI FOTO: Perayaan 11 Tahun Selasa Sastra
Tepat pada 1 Februari 2025 lalu, event Selasa Sastra genap berusia 11 tahun. Momen perayaan pun dilaksanakan secara sederhana di Pendopo KSS (Komunitas Sanggar Sastra) Bantul, yang berlokasi di kawasan Sewon, Bantul. Berikut adalah beberapa cuplikan pilihan redaksi dari momen perayaan tersebut. (Foto: Azka Qintory)
11 Tahun Perayaan Selasa Sastra: Impossible No, I’m Possible Yes
BANTUL - Bertempat di Pendopo Komunitas Sanggar Seni (KSS) Bantul, yang berada di kawasan Sewon, Bantul, Selasa Sastra merayakan ulang tahunnya yang ke-11, tepat pada hari Sabtu (1/2/2025). Pementasan sastra yang telah berlangsung sejak 2014 ini, telah menjadi wadah bagi banyak sastrawan, penyair, serta seniman, termasuk juga masyarakat umum, untuk berani
GALERI FOTO: Hari Kedua Festival Sastra Yogyakarta 2024
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) tahun 2024 yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, kini telah memasuki hari kedua, Jumat (29/11/2024). Setelah hari pembuka kemarin diguyur hujan lebat, kali ini keadaan cuaca cukup mendukung, sehingga seluruh agenda kegiatan bisa terlaksana tanpa hambatan. Berikut adalah sejumlah momen menarik yang terjadi dalam perhelatan FSY
Masuki Tahun Keempat, Festival Sastra Yogyakarta Selalu “Siyaga” Dengan Setiap Perubahan Yang Ada
YOGYAKARTA - Keberadaan sastra masih belum begitu digandrungi oleh masyarakat secara umum, termasuk generasi muda atau Gen Z. Hanya saja, sebagai "ibukota Sastra", kota Yogyakarta tentunya perlu menggiatkan lagi kegiatan bersastra kepada masyarakat umum, agar dapat menjaga eksistensi sastra hingga ke generasi berikutnya. Untuk itulah, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bersama stakeholder
