Anda berada di
Beranda > News > Labuhan Dalem Keraton Yogyakarta Jadi Simbol Terwujudnya Indonesia yang Lebih Makmur dan Sejahtera

Labuhan Dalem Keraton Yogyakarta Jadi Simbol Terwujudnya Indonesia yang Lebih Makmur dan Sejahtera

Ritual labuhan dalem sebelum dilepaskan ke laut Samudera Hindia (foto: Azka Qintory)

BANTUL – Keraton Yogyakarta baru saja menyelesaikan prosesi labuhan dalem, yang merupakan rangkaian dari tradisi tingalan jumenengan dalem menyambut Dal 1959 tanggal 29 Rejeb (penanggalan Jawa) yang berlangsung di Pantai Parangkusumo, Kapanewon Kretek, Bantul pada Senin (19/1/2026).

Ritual labuhan dalem adalah upacara yang dilakukan pihak Keraton Yogyakarta, yakni dengan membuang ubo rampe ke laut Samudera Hindia, atau lokasi Pantai Parangkusumo. Ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur Sultan atas satu tahun yang telah dijalani, sekaligus pengharapan untuk kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera, baik bagi Sultan, pihak Keraton, maupun masyarakat Jogja secara umum.

Rangkaian ritual diawali dari ubo rampe atau sesaji yang dibawa dari Bangsal Sri Manganti ke Kantor Kapanewon Kretek. Sesaji ini diterima langsung oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Kemudian ubo rampe tersebut diserahterimakan kepada juru kunci Cepuri Parangkusumo, yang menjadi simbol dimulainya prosesi ritual Proses Labuhan Dalem.

Selanjutnya, ubo rampe dibawa dan dikirab menuju ke kawasan Pantai Parangkusumo, untuk dilepaskan ke bibir pantai Parangkusumo.

Masyarakat dari berbagai kalangan pun antusias menyaksikan jalannya ritual labuhan sejak awal hingga akhir.

Selain sebagai simbol pengharapan untuk kehidupan yang lebih baik, ritual labuhan dalem juga berfungsi sebagai bahan introspeksi diri, serta menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam semesta. (qin)

Artikel Serupa

Ke Atas