
YOGYAKARTA – SPJ – Film horor Aku Harus Mati mengisahkan tentang Mala (Hana Saraswati), seorang perempuan yang terjebak dalam gaya hidup hedon di kota besar. Demi mendapatkan validasi, ia rela terlilit utang untuk memenuhi keinginannya, ini dapat dilihat dari postingan medsos pribadinya, ternyata demi gaya hidup ia punya banyak hutang dan dikejar debtcollector.
Merasa lelah dengan kehidupannya, Mala memutuskan kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia bertemu kembali dengan sahabat lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jogo (Bambang Paningron), sosok pengasuh yang sudah ia anggap sebagai orang tua sendiri.
Tujuan pulang ke rumah untuk ketenangan, namun yang diharapkan berubah menjadi pengalaman mencekam. Sebuah peristiwa aneh membuat Mala terseret dalam perjalanan penuh misteri untuk menemukan jati dirinya. Bersama Tiwi dan Nugra, Mala melakukan perjalanan menuju rumah misterius di tengah hutan. Di tempat tersebut, mereka diteror oleh gangguan roh jahat yang terus menghantui.
Perjalanan itu perlahan mengungkap rahasia kelam masa lalu sebuah keluarga yang berkaitan erat dengan kehidupan Mala. Dalam Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa melakukan apa saja, bahkan menjual jiwanya, demi harta dan ambisi.
“Film ini masuk genre horor, harapannya film Aku Harus Mati menjadi salah satu film horor yang siap menarik perhatian pecinta film dengan genre seram di tanah air, akan tayang serempak di bioskop Indonesia mulai 2 April 2026,” ungkap Hestu Saputra sutradara film saat berdiskusi dengan kawan-kawan Forkom Jaff, Paguyuban Sineas Bantul, dan Cinemartani di Kampung Kopi Ambarukmo, Rabu (1/4/2026).
Aku Harus Mati merupakan film horor yang diproduksi oleh Rollink Action dengan cerita yang mengangkat sisi gelap ambisi manusia di tengah kehidupan modern. Film ini disutradarai oleh Hestu Saputra yang juga berperan sebagai produser bersama Irsan Yapto dan Nadya Yapto.
Sementara itu, naskah film horor Indonesia ini ditulis oleh Aroe Ama dan Astrid Savitri. Dengan jajaran kru tersebut, film horor 2026 ini diharapkan mampu menghadirkan kisah yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Ramuanya adalah ingin menampilkan cerita urban untuk anak muda kekinian, semoga mampu mencapai penonton yang banyak dan bisa bersaing dengan berbagai film nasional baik genre komedi, drama, dan horor lainnya,” pungkas Hestu. (TKS)

