Ketersediaan pewarna alam batik mulai jarang ditemukan di lingkungan masyarakat. Terlebih, penggunaan pewarna alami juga cenderung rumit, serta memakan waktu yang cukup lama.
Namun, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Sanggar Wani Migunani, berhasil menemukan cara baru untuk mendapatkan bahan pewarna batik secara alami, yang berasal dari pohon Joho.
Selain alami, pembuatan batik dari pewarna yang berasal dari pohon Joho juga dinilai mampu menghasilkan kualitas batik yang lebih baik dan tahan lama, ketimbang batik modern yang serba praktis namun kerap mengabaikan kualitas akhir, dan seterusnya.
Namun sebelum menuju ke arah sana, ekstraksi tanaman dari pohon Joho ini harus benar-benar dibudidayakan sedemikian rupa, sampai akhirnya benar-benar berbuah, dan menghasilkan bahan pewarna yang dapat difungsikan sebagai alat membatik, yang dapat digunakan oleh para pembatik maupun masyarakat umum.
Berikut adalah tampilan budidaya pohon Joho, sebagai cikal bakal alat pewarna batik alami nusantara, yang terletak di Kebun Wani Migunani, Ambarbinangun, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. (Foto: Azka Qintory)








