
SLEMAN – Sebagai bagian dari tradisi dan sejarah bangsa Indonesia, Tosan Aji sudah selayaknya mendapat tempat yang luhur bagi Pemerintah pusat, termasuk menjadikannya sebagai salah satu hari nasional.
Itulah yang disampaikan oleh Nurjianto, Ketua Panitia Rapat Kerja Agung Senapati Nusantara, yang berlangsung di Pendapa Krida Manunggal Budaya, Ngaglik, Sleman, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Nurjianto, Tosan Aji memiliki nilai dan filosofi luhur yang penuh dengan makna mendalam, dan masih bisa menjadi pedoman hidup sampai hari ini.
“Masyarakat harus tahu bahwa Tosan Aji itu banyak mengandung nilai-nilai tuntunan dalam kehidupan, artinya memang budaya Tosan Aji ini betul-betul harus dilestarikan kepada generasi saat ini,” ucap Nurjianto saat ditemui di Pendapa Krida Manunggal, Sabtu (17/1/2026).
Atas upaya itulah, kata Nurjianto, rapat kerja agung yang diadakan oleh paguyuban Senapati Nusantara ini memiliki misi untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah, agar segera menetapkan hari keris nasional, sebagai salah satu cara untuk melestarikan warisan leluhur yang satu ini.
“Salah satunya adalah kami terus mengupayakan adanya Hari Keris Nasional, yang sampai saat ini masih belum ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto,” tambah Nurjianto.
Selain rapat kerja agung, acara ini juga turut menampilkan beragam Tosan Aji yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Palembang, Maluku, Lombok, Bali, NTT, dan sebagainya. Seluruh Tosan Aji tersebut dijual bebas kepada masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut. (qin)

