Anda berada di
Beranda > Essay > Pelajar Kritis Penentu Masa Depan Bangsa

Pelajar Kritis Penentu Masa Depan Bangsa

Indonesia telah merdeka sejak 73 tahun yang lalu. Kita pasti pernah bahkan sering mendengar tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan berjuang demi bangsa dan dibantu oleh para pemuda. Setiap tanggal 28 Oktober kita selalu memperingati hari sumpah pemuda. Dulu, para generasi muda ikut berperan dalam mewujudkan cita – cita bangsa. Mereka berjuang dengan mengamalkan nilai – nilai kebangsaan yang telah melekat sejak lahir. Sayangnya, di era globalisasi ini nilai – nilai kebangsaan mulai luntur. Hal itu tampak dari pola hidup masyarakat yang kini serba teknologi. Jika nilai – nilai kebangsaan dibiarkan hilang begitu saja, tentunya akan membahayakan keberadaan Indonesia.

Untuk itu, semua kalangan masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam melestarikan nilai – nilai kebangsaan. Sebagai seorang pelajar, kita harus lebih memahami pentingnya jiwa nasionalisme bagi negara. Bukannya malah ikut memperkeruh keadaan bangsa. Dewasa ini, para pelajar masih kurang memperhatikan masalah yang sedang dialami bangsa. Para belajar bahkan memilih sibuk sendiri dengan aktivitas sehari – hari mereka. Mereka justru terlena dengan masa muda yang katanya masa untuk senang – senang. Padahal, seharusnya menjadi seorang pelajar bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

Namun, pengaruh lingkungan yang kurang baik menyebabkan para pelajar melenceng dari kebenaran. Hal itu terlihat dari budaya mencontek, tidak sopan ketika bericara dengan guru, bersikap egois ketika membahas kemajuan bansa dan tindakan lainnya yang sudah sering kita lihat. Budaya mencontek sendiri telah mengakar kuat di pikiran para pelajar. Padahal, budaya mencontek adalah cikal bakal munculnya budaya korupsi. Selain itu, para pelajar lebih memilih memikirkan masalah percintaan ketimbang berusaha membuat Indonesia lebih baik lagi. Mereka cenderung tidak peduli dengan sekitar.

Saya mengatakan hal tersebut karena saya melihat sendiri apa yang terjadi di kalangan pelajar. Di daerah pantai selatan misalnya, banyak sekali sampah yang menumpuk dan dibiarkan begitu saja. Para pelajar yang sedanmg bermain di sana pun tidak peduli dengan lingkungan. Mereka datang, meninggalkan sampah dan pergi begitu saja. Sebenarnya, membuang sampah sendir tidak hanya terjadi di daerah pariwisata, namun saat di jalanan masyarakat bahkan pelajar membuang sampah sembarangan. Seolah ilmu yang mereka dapat hanya masuk sepintas dan keluar begitu saja.

Para pelajar saat ini banyak yang hanya mengkritik tanpa mau bertindak. Mereka marah ketika mereka rugi, tapi tidak mau memberi saran untuk memperbaiki negeri. Seharusnya, ilmu – ilmu yang diajarkan di sekolah diterapkan dalam kehidupan. Terutama ilmu dalam bertata negara. Jiwa nasionalisme harus mengakar kuat dalam jati diri bangsa. Para pelajar harus sadar jika merekalah yang nantinya memimpin negara. Bukan malah bermalas – malasan tidak jelas.

Perilaku menyimpang yang dilakukan para pelajar dipengaruhi oleh masuknya budaya barat yang tidak disaring keberadaannya. Membuat para pelajar sekedar ikut – ikutan. Yang akhirnya menjerumuskan pada keburukan.

Menyikapi hal tersebut, sudah sepantasnya pemerintah segera menindaklanjutinya. Untuk para pelajar harus bisa dan mau mengajak orang lain menuju jalan yang benar. Para pelajar harus menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari – harinya. Mereka harus berperan dalam memajukan negara. Hal itu, bisa dilakukan dengan mengikuti organisasi atau komunitas yang positif.

Di samping banyaknya pelajar yang menyimpang dari kebenaran, masih ada pelajar yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Mereka adalah pelajar yang selalu berpikir maju untuk negara. Melakukan segala sesuatu untuk banyak orang dan negara. Dalam pikiran mereka ingin ada perubahan bagi negara. Bermodal nilai – nilai kebangsaan, mereka berjuang meneruskan cita – cita pahlawan. Contoh dari perilaku sesuai pancasila yang dilakukan para pelajar adalah dengan melakukan gerakan cinta lingkungan. Pelajar yang memiliki nilai – nilai kebangsaan juga mau berpikir kritis jika ditanyai masalah negara.

Mereka menggunakan ilmu yang mereka dapat untuk kebaikan. Selalu mengingatkan orang lain dan berbagi kebahagiaan. Mereka juga menggunakan teknologi dengan maksimal. Di mana mereka memanfaatkan teknologi yang ada untuk kemajuan bangsa. Mereka juga tidak melupakan budaya bangsa. Mencintai negara dengan sepenuh hati tanpa pamrih. Menjadi pelajar yang cerdas dan berjiwa nasionalis

Dengan begitu, diharapkan para gernerasi yang melenceng bisa meniru perbuatan para generasi muda yang cinta tanah air. Melakukan segala sesuatu bukan untuk diri sendiri. Berpikir terbuka demi kemajuan bangsa. Jika seluruh generasi muda bisa berpikir demikian, tidak mustahil jika negara kita bisa menjadi negara yang maju.

Karena, secanggih apapun teknologi jika moral dan nilai kebangsaan bobrok, egara tidak akan pernah bisa maju. Dengan bersatu, para pelajar bisa mengubah tatanan negara menjadi lebih baik lagi. Dengan menanamkan nilai – nilai kebangsaan sejak dini, masa depan Indonesia tentunya akan cerah.

Kesimpulan dari apa yang saya sampaikan adalah kita harus melestarikan nilai – nilai kebudayaan bangsa dan mencintai Indonesia. Seluruh elemen masyarakat dan negara harus berpartisipasi daam memperbaiki nilai moral Indonesia. Sehingga, apa yang di cita – citakan para pahlawan bisa tercapai. Marilah kita sebagai para pelajar selalu mengutamakan negara di atas kepentingan kita. Jika dulu para pemuda bergerak mewujudkan kemerdekaan, kini kita harus menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Agar tidak dipandang sebelah mata oleh dunia. Salam anak bangsa.

 

Essay ditulis oleh Renny Wulandari

Senin, 10 Desember 2018

Artikel Serupa

Ke Atas