Anda berada di
Beranda > News > Klinik Puisi buka Rangkaian Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Bantul

Klinik Puisi buka Rangkaian Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Bantul

BANTUL – SPJ – Tahun 2024 Seksi Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Bantul menyelenggarakan sepuluh kali kegiatan pembinaan yakni; Pembuatan Puisi ‘Klinik Puisi’, 26 Februari 2024, Pembuatan Cerpen ‘Klinik Cerpen’, 6 Maret 2024, Dramatisasi Karya Sastra ‘Klinik Sastra Lakon’, 7 Maret 2024, dengan target peserta Pelajar/Mahasiswa bertempat di Pendapa Tegaldowo, Grujugan, Bantul.

Dilanjutkan dengan agenda lainnya, berupa Teknik Mendongeng, 15 Mei 2024, Aksara Jawa Digital Untuk Media Sosial, 16 Mei 2024, Bedah Naskah ‘Babad Diponegara’, 23 Juli 2024, Macapat Untuk Remaja, 28 Agustus 2024, Unggah-ungguh Basa Jawa, 29 Agustus 2024, Pembuatan Gurit, 18 September 2024, dan Pembuatan Cerkak, 17 Oktober 2024.

Rangaian pembinaan bahasa dan sastra dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M. dalam agenda Klinik Puisi pada hari senin (26/2/2024) di Pendapa Tegaldowo Bantul. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta dari elajar SMP/SMA sederajat, dan Mahasiswa.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan Bantul mengatakan bahwa upaya pembinaan ini dilakukan atas kerjasama dengan sanggar atau komunitas sastra dalam hal ini Gerakan Literasi #SelasaSastra, dengan peserta dari anak-anak muda dalam rangka melahirkan calon-calon sastrawan Bantul dimasa akan datang.

“Hari ini kita mulai agenda pembinaan bahasa dan sastra di Kabupaten Bantul, kai targetkan untuk anak muda sebagai kepedulian untuk regenerasi. Namun yang harus dicatat, bahwa untuk menjadi sastrawan tidak bisa hanya sehari ini saja, habis ini peserta harus bergabung dengan komunitas astra yang ada, seperti gabung di selasa sastra,” papar Nugroho Eko Setyanto.

Workshop Penulisan Puisi ‘Klinik Puisi’ menghadirkan narsumber Indrian Koto dan Mutia Sukma, keduanya menekankan pada soal tema dan banyak membaca karya puisi untuk menemukan bentuk nafas tulisan puisi masing-masing.

“Banyak-banyak memebaca buku kumpulan puisi tunggal dari para penyair yang sudah dipublikasikan, ini penting untuk membaca, sebelum menulis, ini membantu anda menemukan ciri khas dan kenyamanan dalam menulis puisi nantinya,” kata Indrian Koto.

Sementara itu Mutia Sukma menekankan pentingnya memahami tema tulisan puisi, bahwa puisi pada dasarnya pasti memiliki tema tertuntu yang kemudian nantinya bisa menemukan pilihan kata, diksi dan rima yang sesuai dengan tema yang dituliskan.

“Jika sering ikut lomba atau kegiatan penulisan puisi pasti ada tema, nah sama saja diluar lomba dan kegiatan tertentu, menulis puisi juga ada tema yang menjadi dasar penulisan selanjutnya. Dan pada tahap awal lebih mudah mengusung tema dan menggunakan bahasa keseharian di dekat kita saja,” terang Mutia Sukma.

Kegiatan Klinik Puisi dimulai pukul 08.00 hingga pukul 14.00 diawali dengan agenda pembukaan oleh MC Anggita Noviana Rizki dilanjutkan diskusi dengan narasumber dipandu moderator Esti Yulianingsih hingga menjelah dhuhur, sehabis itu dilanjutkan mentoring yang dibagi dalam dua kelompok untuk mengkonsultasikan ide dan tulisan puisi dari para peserta. Para peserta terlihat sangat antusias bertanya kepada para narasumber hingga sesi berakhir. (TKS)

 

Workshop Penulisan Puisi ‘Klinik Puisi’ https://youtube.com/live/2JSe82OFiMA

Artikel Serupa

Ke Atas