Anda berada di
Beranda > Opini > Pentingnya Character Building Menuju Indonesia yang Lebih Baik

Pentingnya Character Building Menuju Indonesia yang Lebih Baik

Sebelum aku nulis artikel ini, kalian tau gak sih maksud dari character building itu apa?

Yah, kalo dari kata-katanya sih kita langsung berfikiran pasti tentang karakter lah ya karena ada kata-kata karakternya itu.

Tapi guys, ini bukan sekedar berbicara tentang karakter, akan tetapi tentang proses perbaikan diri terhadap karakter-karakter yang ada pada diri kita. Dan artikel ini juga berfokus pada character building untuk menuju Indonesia yang lebih baik, karena saya bisa menulis artikel ini setelah membaca buku karangan ERIE SUDEWO yang berjudul “Character Building Menuju Indonesia Lebih Baik”. Anggap saja ini resume buku tersebut dalam versi artikel, hehe.

Mengapa menuju indonesia lebih baik? karena pada dasarnya karakter-lah yang menunjukan kualitas seseorang, kualitas suatu bangsa pun dapat dilihat dari karakter masyarakat-nya.

Karakter dapat dibedakan atas dua kategori, yakni karakter pokok dan karakter pilihan.

Nah, apa itu karakter pokok? karakter pokok yakni karakter yang pada dasarnya ada pada diri seseorang, apapun profesinya.

Sebagai contoh pasti ada saja perbedaan antara penggangguran berkarakter dengan pengangguran yang tidak berkarakter. Karakter pokok dibedakan menjadi tiga yakni karakter dasar,karakter unggul, dan karakter pemimpin. Karakter dasar menjadi inti dari karakter pokok, karakter ini ada tiga nilai yang menjadi sifat dasar manusia yakni tidak egois, jujur, dan disiplin. Sedangkan, karakter unggul ialah karakter baik yang harus dilatih agar menjadi perilaku pada kehidupan sehari-hari, dan ketika karakter dasar sudah terdidik, karakter unggul akan mudah terbentuk.karakter unggul dibentuk oleh tujuh sifat baik yakni ikhlas, sabar, bersyukur, bertanggung jawab,berkorban, perbaiki diri,sungguh-sungguh.

Karakter dasar yang ketiga yakni karakter pemimpin, karakter pemimpin ini harus dilatih dan dididik agar menjadi karakter keseharian dan yang pasti  keberhasilan ngebentuk karakter ini juga gak lepas dari karakter yang sebelumnya. Karakter ini terdiri dari sembilan nilai pembentuk yakni adil, arif, bijaksana, ksatria, tawadhu, sederhana, visioner, solutif, komunikatif dan inspiratif.

Untuk dapat memahaminya secara lebih mendalam, mari kita bahas satu persatu!!!!

Karakter Dasar:

1. Tidak Egois

Apa itu egois? ya pasti sudah pada paham dong dengan kata ini.egois sendiri secara harfiah berarti tidak mementingkan diri sendiri. Orang yang tidak egois tidak membiarkan orang sakit hati, tidak bertingkah apalagi mengundang perkara, dan hidupnya tidak macam-macam. Bagaimana agar tidak kita berlatih agar menjadi orang yang tidak egois? merendah dirilah, iu salah satunya. tetapi ingat bedakan rendah diri dengan rendah hati. Keduanya sangatlah penting dan butuh perjuangan.

2. Jujur

Didalam buku ERIE SUDEWO dikatakan jujur ialah kata kunci. Siapa yang memiiki kejujuran, pintu kebaikan telah terbuka. Menjadi orang jujur sangatlah tidak mudah, apalagi bisa dipercaya. mencari kepercayaan juga sulit, apalagi mempertahankannya. Orang yang bisa pegang amanah, bisa diterima oleh semua pihak. Jangankan kawan, musuh pun menganggap orang jujur adalah lawan yang jantan dan ksatria.

3. Disiplin

Mengapa kita harus disiplin? inget guys manusia itu berkembang biak, ketika induknya lebih sopannya lagi orang tuanya tidak berkarakter salah satunya tidak disiplin, ia akan menghasilkan anak yang tidak disiplin juga. Dari hal kecil tersebut sangat terlihat bahwa sangatlah penting kita menjadi manusia yang berkarakter salah satunya yakni sifat disipin. Kata disiplin sendiri pasti sudah banyak dong yang memahaminya. Disiplin dalam arti umum berarti tepat waktu, mau mengantri, dan tertatanya jadwal.

 

Karakter unggul:

1. Ikhlas

Tidak ada kebaikan kecuali dengan kata ikhlas, topengnya memang baik tapi jika tidak ikhlas itu sama saja jahat karena dibalik kebaikannya rupanya ia menginginkan imbalan ataupun semacamnya. Ikhlas seperti halnya kita pergi ke kamar mandi dan membuang kotoran, yakni tanpa adanya takut kehilangan dan tanpa perhitungan.

2. Sabar

Orang yang sabar bisa meredam emosi, daan juga bisa berpengaruh pada orang yang disekitarnya. Membawa dampak posifif pada orang disekitarnya untuk bisa meredam emosi juga. Sabar dan ikhlas mempunyai kaitan, orang yang ikhlas sudah pasti sabar dan orang yang sabar belum tentu ikhlas.

3. Bersyukur

Syukur atau qanaah berarti berterima kasih.Orang yang bersyukur selalu mensyukuri apapun yang ada.Namun banyak orang yang mudah mengatakan kata ini tapi tidak pada prakteknya, karena pada hakikatnya manusia ingin senang dan bahagia, dan kebanyakan dari mereka mengeluh apabila yang mereka inginkan tidak sesuai dengan realitanya.

4. Tanggung jawab

Sudah sedikit sekali pada masa kini orang yang mempunyai sifat tanggung jawab, mereka banyak yang berani berbuat tapi tidak bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuatnya. Orang yang bertaggung jawab sangatlah dibutuhkan bagi negara ini sama halnya dalam suatu rumah tangga pasti sangatlah dibutuhkan kepala rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

5. Berkorban

Tertulis ‘dengan berorban banyak pihak yang terbantu. Dalam bahasa agama, berkorban itu bersedekah. dalam bahasa sehari-hari itu kepedulian’, yapps benar sekali kata-kata tersebut. Ini juga termasuk hal yang wajib dimiliki setiap orang terhadap orang yang ada disekitarnya, apalagi bagi seorang opemimpin, karena pada hakekatnya menjadi pemimpin sendiri sudah mengorbankan dirinya untuk orang lain.

6. Perbaikan/Muhasabah Diri

Tidak ada manusia yang sempurna. Yaa benar sekali, manusia didunia pasti pernah melakukan kesalahan, dari sinilah muncul adanya kata ‘perbaiki diri’, bukan berarti dengan perbaiki diri kita bisa menjadi sempurna, akan tetapi kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan menutup kesalahan – kesalahan yang lalu dengan mengambil pelajaran yang usai terjadi.

7. Sungguh-Sungguh

Dalam hal apapun untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan diperlukan adanya usaha. Tapiii guyyss inget bukan hanya sekedar usaha,

tapi usaha yang bagaimana? Nah disini muncul kata sungguh-sungguh, yaa diperlukan usaha yanng sungguh-sungguh dalam menggapai sesuatu bukan usaha yang setengah-setengah, yang pasti kita akan mendapat hasil yang setengah-setengah juga.

 

Mungkin itu dulu ya guysss pembahasan artikel ini, akan ada artikel berlanjut mengenai karakter pemimpin, stay tune di media ini.

Semogaa bermanfaat, dan kita bisa menjadi salah satu yang berperan dalam menuju indonesia lebih baik.

 

Artikel ditulis oleh Novita Dewi,

Kamis, 10 Januari 2019

Artikel Serupa

Ke Atas