Semua Karena “Keluarga”

Ini hanya tulisan lepas saya. Bagian dari opini saya yang baru berproses di Suara Pemuda Jogja kurang lebih tiga tahun ini. Pada ulang tahun ke 6 SPJ, kami diminta untuk menulis apapun, baik itu keluh kesah, curhat atau apapun itu. Namun di bagian ini, saya mencoba mengorek apa yang sejatinya membuat saya betah

Surat Terbuka Untuk Siapa?  

Kepada yang terhormat seluruh panitia seleksi penerimaan pamong desa, yang saya banggakan peserta seleksi calon pamong desa. Serangkaian kegiatan pemilihan pamong desa formasi dukuh Ponggok telah usai, dan telah menghasilkan siapa pemenang dari seleksi pemilihan pamong desa ini. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik, dimulai dari sosialisasi, dilanjutkan seleksi penerimaan

Momentum Hari Guru, Siapakah Mereka Sebenarnya?

Tanggal 25 November biasa diperingati sebagai hari guru nasional. Peringatan tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Negara yang telah berdiri sejak 72 tahun lalu, terus berupaya mensejahterakan para guru dengan berbagai hal. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi negara untuk para guru sebagai pendidik

TUMBUH DAN MEMBESAR DI KAMPUS TIDAK BERARTI MENGECIL DI MASYARAKAT

            Foto masyarakat Ponggok saat upacara HUT RI 72 tahun 2017. Diambil dari dokumentasi pribadi. Kehidupan di desa berbeda dengan kehidupan di kota, hidup di desa tidak akan terlepas peran kita untuk bermasyarakat. Itulah yang menjadikan masyarakat desa memiliki rasa empati yang lebih tinggi daripada masyarakat di kota. Tidak dapat dipungkiri

Empat Konsensus Dasar Dalam Bernegara

Berbicara tentang negara Indonesia pasti tidak akan terlepas dari 4 konsensus dasar yang dimilikinya. Empat (4) konsensus dasar tersebut terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Empat konsep yang menjadi landasan dalam membangun bangsa dan negara. Pemerintah (dalam arti luas-pen) telah banyak berkoar-koar untuk melakukan

Para Perempuan Ini Berhasil Bawa Pengaruh Besar di Industri E-Commerce

JAKARTA, SPJ - Tanggal 8 Maret biasa diperingati masyarakat dunia sebagai International Women's Day. Peringatan ini identik dengan perayaan keberhasilan perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Perayaan yang sempat redup, lalu dibangkitkan kembali oleh feminisme di tahun 1960-an. Feminisme yang menggadang kesetaraan membuat pandangan sosial mengenai perempuan lambat laun berubah.