Kamu ada di
Home > News > Polaman Festival 2018 Ditutup Dengan Pemutaran Film Dinas Kebudayaan DIY Dan #selasasastra

Polaman Festival 2018 Ditutup Dengan Pemutaran Film Dinas Kebudayaan DIY Dan #selasasastra

BANTUL – Agenda tahun pertama, Polaman Festival 2018 ditutup dengan acara Pentas Seni dan Pemutaran Film Dinas Kebudayaan DIY (Sabtu, 1 April 2018). Agenda Polaman Festival sendiri berlangsung selama tiga hari dimulai hari Jumat 30 Maret 2018. Menurut Abdul Rohman Koordinator acara, pada hari pertama diisi dengan kegiatan pengukuhan desa budaya dan pentas seni. Hari kedua ada festival hadroh rame-rame, minggu paginya ada jalan sehat dan senam masal.

“Pada tahun ini, kami lebih memfokuskan diri untuk mengisi acara di panggung utama, pentas seni budaya masyarakat di Polaman. Selain itu juga mencoba merias dusun agar lebih menarik dengan dibuatnya tempat untuk foto selfie,” jelas Abdul Rohman.

Hal ini dilakukan untuk mengangkat potensi alam, seni dan budaya dusun Polaman. Khususnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat dusun Polaman desa Triwidadi kecamatan Pajangan kabupaten Bantul.

“Kebetulan sudah ada pengurus baru karang taruna dusun Polaman, melalui agenda ini kita harapkan kelak mereka siap menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mengangkat potensi dusun Polaman,” tegas Abdul Rohman.

Sementara itu, agenda hari terakhir penutupan Polaman Festival 2018 diisi dengan agenda Pemutran Film dari Dinas Kebudayaan DIY yang memutar film TEKAD, Anyar-anyaran, dan Incang-inceng. Menurut Tedi Kusyairi koordinator pemutaran film, mengatakan pilihan Dusun Polaman sebagai salah satu tempat karena ada anak muda di dusun ini yang aktif dalam pengembangan sinema di desa.

“Masyarakat dusun Polaman sudah terbiasa membuat film, tak kurang dari 10 film telah mereka buat, ada film Narimo dan Sang Pengabdi, yang juga pernah berpartisipasi dalam kegiatan Dinas Kebudayaan DIY, harapannya melalui pemutran film ini akan semakin mengangkat kreatifitas warga Polaman untuk membuat film lagi,” kata Tedi.

Selain agenda pemutaran film, juga ada pentas seni dalam tajuk #selasasastra roadshow 2018. Manurut Husnul Latif stage manager acara #selasasastra, pada dua tahunan yang lalu kegiatan diselenggarakan di Aita Coffeelounge, dimana para penonton masuk ke cafe untuk menyaksikan pementasan sastra, mulai tahun ini acara jemput bola dengan diunduh ke berbagai wilayah di Bantul khususnya.

“Tujuan acara #selasasastra adalah untuk menciptakan generasi baru apresian sastra dari masyarakat, kalo sebelumnya kami undang penonton ke acara, mulai tahun ini kami mendatangi penonton yang siap mengunduh, dengan harapan dari masyarakat setempat juga menampilkan pementasan sastra. Pemahaman mengenai pementasan sastra ini juga berbeda, bahwa dalam penampilannya, sastra bisa dikemas menjadi pertunujukan yang beraneka ragam, tidak hanya baca puisi atau gurit, tapi bisa ditembangkan, dikemas dengan tarian, musik, dan teater,” jelas Husnul.

Dalam pementasan seni sastra di Polaman Festival 2018, turut hadir mementaskan karya sastra diantaranya Ninja Ding Dong, Sanggar Pena Kartika, Sanggar Tari Umbul Sekar, Sanggar Seni Polaman, Bambang Nugroho dan Supriyadi dari Paguyuban Sastrawan Jawa Bantul ‘Paramarta’, Yadi dari Karang Taruna Desa Triwidadi, dan dihadiri Warsito dari Jendela Pendidikan Nusantara.

Sutarjan Kepala Dusun Polaman menjelaskan pihaknya sangat senang acara Polaman Festival 2018 berjalan dengan lancar dan sukses, bahkan diapresiasi banyak orang dari luar daerah, tidak hanya disaksikan oleh warga setempat yang membludak, tapi juga oleh warga DIY lain, dari luar DIY dan bahkan turis asing.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan banyak pihak, semoga kedepan acara ini bisa terselenggara lagi dengan lebih bagus,” ungkapnya.

Har

 

Artikel yang Serupa

Top