Kamu ada di
Home > News > Bantuan Atap Kanopi UST Dirasa “Tepat Sasaran” Oleh Pengelola “MUKTI MULIA”.

Bantuan Atap Kanopi UST Dirasa “Tepat Sasaran” Oleh Pengelola “MUKTI MULIA”.

Senam Lansia di Pesantren khusus Lansia “MUKTI MULIA”, Minggu (19/11), oleh: Tri Yunianto

Sleman- Minggu (19/11) delapan puluhan lansia nampak bersemangat mengikuti kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pesantren Pemberdayaan Lansia “MUKTI MULIA”. Pesantren yang beralamatkan di Dusun Bakungan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman tersebut biasa melaksanakan kegiatan di Minggu pertama dan Ketiga tiap bulan.

Ruskhah Tsalatsah, Amd, Keb., (47) perintis yang juga pengurus Pesantren MUKTI MULIA mengucapkan terimakasihnya atas Bantuan dari pihak Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) yang memberikan atap sehingga mereka bisa berkegiatan dengan lancar. Sebenarnya sudah sejak awal pesantren berdiri, ketiadaan atap telah menjadi masalah yang tidak terpecahkan. Sebelum ada bantuan atap dari UST beliau menjelaskan bahwa para lansia sering merasa kepanasan, bahkan ketika hujan, kegiatan yang bersifat luar ruangan harus diganti dengan kegiatan lain padahal para lansia sudah antuias.

Keberadaan Pesantren itu sendiri Menurut Ibu Ruskhah adalah sebuah bentuk kepedulian pada para sesepuh, bagaimana sebuah kegiatan lansia benar-benar bisa bermanfaat, bisa berjalan terus menerus dan berregenarasi. “Kegiatan posyandu lansia biasanya berangsur-angsur turun kegiatan maupun pesertanya, dari situ kita berusaha membuat acara yang berfariasi, inovatif, dan menyenangkan bagi lansia”, tutur beliau. Bentuk pesantren sendiri dipilih dengan harapan para lansia bisa Khusnul Khotimah nantinya.

Dr. Gendro Wiyono S.IP. MM. (63) Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat UST, yang ditemui pagi itu mengatakan kebahagiannya bisa membantu kegiatan di MUKTI MULIA. “Alkhamdulillah pesantren lansia ini mendapat bantuan yang disetujui oleh DIKTI dalam bentuk pembuatan atap kanopi”, Tutur beliau.

Saat ditanya, kenapa memilih Pesantren MUKTI MULIA, Pak Gendro menjelaskan bahwa kegiatan di pesantren MUKTI MULIA sangat bagus, namun sering terkendala oleh hujan maupun terik matahari. Ditambah lagi pesantren MUKTI MULIA berdiri di Bakungan, yang menurut data DINCAPIL (Dinas Pencatatan Sipil) Sleman merupaka daerah dengan usia harapan hidup tertinggi di Sleman. Sleman sendiri memegang usia harapan tertinggi di Yogyakarta yang berarti juga tertinggi di Indonesia.

Kedua belah pihak sama sepakat untuk terus menjalin kerjasama. Saat ditanya rencana keberlanjutan kerjasama akan seperti apa, Pak Gendro menjawab optimis “Kedepan, akan kami upayakan bagaimana supaya kegiatan ini juga bisa bernilai Ekonomi bagi masyarakat”.

(ejun)

Artikel yang Serupa

Top