Kamu ada di
Home > News > Melestarikan Budaya di Era Globalisasi dengan Menyenangkan Hati Masyarakat

Melestarikan Budaya di Era Globalisasi dengan Menyenangkan Hati Masyarakat

BANTUL – Triwidadi adalah sebuah kelurahan yang bertempat di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Kelurahan ini memiliki 22 dusun yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, peternak, dan buruh. Walau begitu, pada ulang tahun yang ke 71 ini, pemuda–pemudi Karang Taruna Triwidadi dapat mengadakan serangkaian acara meriah dan menarik yang bernama Triwidadi Expo.

Triwidadi Expo diselenggarkan dengan tujuan untuk memperingati hari ulang tahun Kelurahan Triwidadi sekaligus untuk meningkatkan potensi–potensi dusun di Triwidadi. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 15–25 September 2017 yang bertempat di Lapangan Triwidadi. Di sepuluh hari itu, banyak kegiatan menarik bagi masyarakat Triwidadi sendiri maupun masyarakat sekitarnya. Kegiatan tersebut diantaranya Kirab Budaya, lomba–lomba, sarasehan, ziarah, baksos, pentas budaya, hiburan, talkshow dan pasar malam.

Kirab Budaya yang diselenggarakan berlangsung sangat meriah yang diikuti oleh seluruh dusun yang ada di Triwidadi. Lomba–lomba yang diselenggarakan meliputi lomba mewarnai dan fotografi bagi masyarakat umum serta lomba karaoke, paduan suara, kreasi makanan lokal, tari, dan hadroh bagi masyarakat Triwidadi Sendiri. Taklupa, untuk bersyukur kepada Tuhan atas rahmatnya, dalam ulang tahun yang ke-71 ini mereka juga mengadakan sarasehan, ziarah dan doa bersama, serta bakti sosial dengan membagikan paket-paket sembako.

Sedangkan untuk menghibur masyarakat, Triwidadi mengadakan pentas budaya yang berisi Jatilan Oglek Punakawan Guwo. Tak hanya itu, masih banyak hiburan–hiburan yang menarik pula dan cocok bagi semua kalangan, diantaranya pagelaran wayang kulit, ketoprak, penampilan band, dan stand up comedy. Di sisi lain dalam waktu yang sama, dalam Triwidadi Expo ini juga ada pasar malam. Tak kalah dengan pasar malam yang ada di kota, pasar malam di Triwidadi ini juga membuka berbagai wahana hiburan seperti bianglala, kora–kora, dan lain-lain serta stand bagi para pedagang.

Dalam Triwidadi Expo ini terdapat 50 stand, 22 diantaranya adalah stand untuk dusun–dusun di Triwidadi. Stand ini, diberikan secara gratis agar setiap dusunnya dapat memperkenalkan potensi–potensi yang dimiliki lalu dipaparkan sekreatif mungkin menurut kemampuannya masing–masing. Sedangkan 28 stand sisanya disewakan kepada masyarakat umum dengan pembayaran yang ditentukan.

Hari terakhir Triwidadi Expo diawali dengan workshop. Dalam workshop ini mengajarkan masyarakat untuk mengguanakan kembali sampah atau barang bekas menjadi kreasi barang yang memiliki nilai, sehingga dapat mengurangi sampah dan memotivasi membuat hal yang baru dari hal yang sederhana. Kemudian, dilanjutkan hiburan (wayang), pembagian hadiah, dan pengumuman kejuaraan finalis putra–putri Triwidadi. Dan untuk menutup serangkaian acara dalam Triwidadi Expo ini, ditutup dengan upacara pesta kembang api.

Menurut pengunjung, acara ini sangatlah menyenangkan khususnya bagi anak–anak dan remaja. Mereka bisa bermain tanpa harus datang ke kota. Acara ini juga sebagai ajang pendidikan, hiburan, dan pelestarian budaya yang baik dan harus dilanjutkan.

“Semoga dusun–dusun yang ada di Triwidadi terangkat, karang tarunanya bisa mandiri dan kreatif, terus kegiatan Triwidadi Expo ini bisa go Internasional,harapan Mas Agung sebagai ketua tim Kreatif Triwidadi Expo (25/10).

 

Penulis: Arma Machfudz Sulaiman / SMA N 2 Bantul

#lombareportasespj2017

Catatan: penambahan lokasi kabupaten, penambahan koma/spasi, singkatan, waktu.

 

Terima kasih untuk berbagi berita di :

Artikel yang Serupa

Top