Kamu ada di
Home > News > Baru Pertama di Bantul, Pemilos di SMK Muhammadiyah 1 Bantul Gunakan Metode E-voting

Baru Pertama di Bantul, Pemilos di SMK Muhammadiyah 1 Bantul Gunakan Metode E-voting

BANTUL – Pimpinan ranting IPM SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba) menyelenggarakan pemilihan ketua IPM (Pemilos) menggunakan metode E-voting di Ruang Hardjo Djoyodarmo SMK Muhammadiyah 1 Bantul (Musaba) Selasa (3/10/2017). E-voting atau electronic voting adalah metode pemungutan dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Metode E-voting merupakan terobosan baru pada era tekhnologi ini baru pertama kalinya dilakukan oleh SMK Musaba di Bantul. Sistem E-voting memang belum banyak di lakukan di Indonesia termasuk di tingkat daerah apalagi sekelas pilpres. Hanya beberapa daerah telah menerapkannya.

Pembina IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) sekaligus staff WKS kesiswaan  SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Ekayanti Retnaningsih mengatakan, pemungutan suara menggunakan metode E-voting ini hemat waktu karena bisal angsung di lihat hasilnya tanpa melakukan penghitungan suara.  Selain membutuhkan banyak biaya, pemungutan suara secara manual dianggap tidak efektif dan efisien, tambahnya. Metode pemilos E-voting ini merupakan ide dari para pengurus IPM dan menugaskan jurusan RPL (rekayasa perangkat lunak) agar membuat suatu aplikasi pemilos berbasis WEB, metode baru yang belum ada di Bantul. SMK Musaba siap membantu jika ada sekolah lain yang ingin melaksanakan pemilihan menggunakan aplikasi E-voting.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul dalam hal ini Titik Istiyawatun Khasanah, S.IP menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pemilos E-voting di SMK Muhammadiyah 1 Bantul. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemilos E-voting ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Bantul dan harapannya dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya di tahun-tahun mendatang. “Selanjutnya aplikasi E-voting ini bias dikembangkan untuk solusi pemilihan umum seperti pilkada maupun pilpres di Indonesia,” kata Titik.

Panitia Pemilos Yogi Asnan mengatakan alur pemilihan meliputi absensi, pembagian PIN berupa username dan password, pemilihan pada bilik berupa laptop, kemudian menuju kepanitia untuk mengembalikan password, kemudian memasukkan jari ketinta sebagai bukti telah memilih.  Absensi telah disediakan perkelas. PIN setiap setiap siswa berbeda-beda.

“Pemilihan tidak dapat dilakukan oleh orang lain,” tambah Yogi menjelaskan.

Pemilos menggunakan metode E-voting ini menjamin keamanan hasil perolehan suara karena sudah di uji keamanan oleh panitia. Bahkan siswa memilih calon tanpa diketahui oleh siswa lain ataupun panitia.

Pemungutan suara dilakukan dengan E-voting dalam proses pemilihannya tetap menjunjung tinggi azas luber dan jurdil yang merupakan syarat wajib dilaksanakannya pemilu. Mekanisme pemungutan suara di desain seperti pemilihan pada umumnya. TPS pun tetap menggunakan bilik suara. Panitia pemilihan (KPPS) tetap didahului dengan sumpah janji KPPS. Hasil Pemilos menghasilkan kandidat terpilih yakni nomer urut 4 Hafizh Sujanadan Reza Alim Michella.

Penulis : Muhammad Agung Firdaus – SMK Musaba

#lombareportasespj2017

Terima kasih untuk berbagi berita di :

Artikel yang Serupa

Top