Kamu ada di
Home > News > Angkat Potensi Kreatif Desa Sidorejo Melalui Website, YouSure Fisipol UGM Gelar Jagongan Muda Kerja Bareng Karang Taruna Bhakti Remaja

Angkat Potensi Kreatif Desa Sidorejo Melalui Website, YouSure Fisipol UGM Gelar Jagongan Muda Kerja Bareng Karang Taruna Bhakti Remaja

KULON PROGO – Untuk ke enam kalinya, YouSure Fisipol UGM bekerjasama dengan Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Sidorejo menyelenggarakan Jagongan Muda Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa, bertempat di gedung Balai Desa Sidorejo Lendah Kulon Progo Minggu (5/11). Sebagaimana diungkapkan Irmaningsih Pudyastuti dari YouSure, bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan potensi kreatif antar desa di Kabupaten Kulon Progo sehingga mampu bersinergi dalam pengembangan potensi desa. Secara bertahap, program ini dibentuk dengan melibatkan partisipasi aktif dari para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Tujuan dari Sipkades ini adalah menumbuhkan kesadaran pemuda sehingga tergerak untuk mengelola potensi yang ada di lingkungan sekitarnya dan menjadi motor penggerak pembangunan desa. Selain meningkatkan kemampuan pemuda untuk mengelola data, program ini selanjutnya diharapkan dapat menjadi ruang partisipasi pemuda untuk meningkat posisi tawarnya.

“Sipkades (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa) merupakan sebuah sistem informasi berbasis website yang dikelola oleh pemuda sebagai digital natives.Untuk Desa Sidorejo kita mulai sejak Mei 2017,” ungkap Irma.

Pada kali ke enam, ini menghadirkan narasumber utama Tedi Kusyairi (owner/founder) website berita Suara Pemuda Jogja media group, dan Ismail Maliq S.E. Ketua Forum Karang Taruna Kabupaten Kulon Progo. Kehadiran Suara Pemuda Jogja diharapkan mampu memberikan gambaran tentang kegiatan manajemen website, serta gambarannya bagaimana bisa bertahan hingga 6 tahun ini. Sementara untuk Karang Taruna Kabupaten Kulon Progo diharapkan mampu memberikan dorongan bagi peran serta pemuda membangun desa.

Dalam paparannya Tedi Kusyairi lebih banyak menekankan pentingnya konsistensi, loyalitas, dan cinta dalam menjaga website untuk bisa terus-menerus secara kontinyu hadir kepada masyarakat.

“Yang sulit setelah memulai membuat website adalah menjaganya untuk terus ada, dengan mengisi konten berita dan foto, agar terus berjalan, bisa uplod berita sehari satu saja sudah sangat bagus untuk menjaga konsistensi dan kontinyuitas, itupun kadang dirasa berat, tapi ya harus dibuat, syukur-syukur bisa menjadi trending topic, itu yang mengasyikkan dari dunia internet khsusunya dalam menyebarkan berita melalui media sosial,” ungkap Tedi.

Sementara Ismail lebih banyak mengungkapkan fakta-fakta problematika yang dihadapi organisasi kepemudaan yang masih bersifat pragmatis, lemahnya SDM, cenderung politis, masih ketergantungan dan belum mandiri, dan masih berorientasi pada kuantitas ketimbang kualitas.

“Bagaimanapun peran Karang Taruna sebagai organisasi pemuda nantinya juga harus bisa menjadi salah satu penopang pembangunan di tingkat desa masing-masing, jadi pembangunan tak melulu fisik tapi juga SDM-nya semakin meningkat,” kata Ismail.

Dalam paparannya lebih lanjut, Tedi Mengungkapkan, empat tahun pertama Suara Pemuda Jogja itu berat karena kembang kempis para punggawa dan masih lemahnya sistem manajerial, namun itu menjadi proses bagi belajar untuk memperbaiki ke depan.

“Selain penulis, atau reporter yang kerja berat adalah redaktur atau editor, juga admin yang menjaga website dan publikasi masal melalui media sosial. Kami sendiri baru merasakan asyiknya, dan hasilnya dua tahun terakhir, ketika banyak tawaran media partner dan pekerjaan yang menghasilkan dari adanya website Suara Pemuda Jogja,” jelas Tedi.

Hal itu juga yang menjadi mimpi Karang Taruna, bahwa karena sifat organisasinya adalah sosial maka dalam hal orientasi hasil yang bersifat ekonomikal tidak bisa langsung, tapi melalui cara lain.

“Sepakat dengan mas Tedi, bahwa apa-apa yang kita hasilkan dari pekerjaan kita saat ini tidaklah instan, tapi ada waktunya tersendiri, dan bisa jadi melalui jalan lain yang bukan kita lalui,” tegas Ismail.

Berbicara bahan website, meskipun wilayahnya Desa, namun tidak akan ada habisnya untuk digali, diabadikan gambarnya dan ditulis beritanya.

“Desa Sidorejo ada 14 dusun, jika satu hari satu dusun ditulis, maka setiap setengah bulan sekali pekerjaannya, akan lebih ringan, yang penting ada yang mau menjaga websitenya, sebagai admin utama. Nah kalo sudah begitu bahan tulisan tidak ada habisnya, mulai dari potensi wisata, seni, budaya, ekonomi, kerjainan, kuliner, dan berbagai kegiatan di dusun merupakan bahan berita. Kadangkala berita tak terlalu menarik ditulis, tapi jika penulis mencari sudut pandang yang lain, akan menemukan titik yang menarik untuk dijadikan judul tulisan, begitu seterusnya direplikasi di dusun lain,” kata Tedi.

Dipenghujung acara usai tanya jawab dengan audiens, Ketua Karang Taruna Bhakti Remaja Desa Sidorejo Sugeng Fambudi mengatakan bahwa adanya website harus diisi tulisan oleh pemuda anggota karang taruna dari dusun masing-masing, untuk kemudian hal ini akan menjadi bahan bagi dorongan pembangunan desa, tidak hanya fisik, tapi juga manusianya.

“Jika website sudah diisi, tentang potensi desa, maka kedepan bisa menjadi data bagi pembangunan desa, tak hanya fisik, tapi juga SDM yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian,” tegas Fambudi.

Mengakhiri sesi Jagongan Muda kali ini, baik Karang Taruna Bakti remaja maupun YouSure akan menindaklanjutinya dengan diskusi dan rapat selanjutnya yang seirama dengan tujuan pengembangan website sidorejo.sipkades.or.id menjadi lebih komplit isinya dan berkualitas kontenya. (har)

Terima kasih untuk berbagi berita di :

Artikel yang Serupa

Top