Kamu ada di
Home > News > UPGRADE SDM, KT YODHA DHARMA SELENGGARAKAN DISKUSI LITERASI

UPGRADE SDM, KT YODHA DHARMA SELENGGARAKAN DISKUSI LITERASI

BANTUL – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Karang Taruna Yodha Dharma Desa Sidomulyo menyelenggarakan Diskusi Literasi, Rabu (24/5/2017) di Pendapa balai Desa Sidomulyo Bambanglipuro Bantul. Diskusi itu sendiri menghadirkan narasumber Tedi Kusyairi, founder dan owner Suara Pemuda Jogja Media Group, dengan dimoderatori Esti Yulianingsih dari PKBI Bantul.

Dalam kesempatan tersebut Ketua KT YD Desa Sidomulyo Dwi Astoro mengungkapkan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan kawan-kawan yang tergabung dalam karang taruna desa bisa belajar bersama mengenai implementasi pengetahuan masing-masing untuk memejukan desa. Sementara itu Edi Murjito Kepala Desa Sidomulyo mengaharapkan usai acara ini semoga para pemuda yang bergabung dalam wadah karang taruna bisa lebih kreatif dan aktif dalam kegiatan memajukan desa.

“Peran pemuda desa saat ini sangat penting untuk memajukan kondisi masyarakat desa, sehingga diharapkan bisa aktif dan kreatif, karena pemuda saat ini adalah masa depan desa, nantinya kalianlah yang akan mengampu desa ini, jadi manfaatkan waktu ini untuk menggali sebanyak mungkin pengetahuan yang bermanfaat untuk mengembangkan desa,” ungkap Edi.

Selaku narasumber Tedi Kusyairi mengungkapkan sejarah perkembangan pemahaman literasi di dalam konteks sejarah pergerakan kebangkitan nasional. Dimana menurut Tedi, literasi masyarakat berkembang dari jaman pra tulis menuju jaman tulis, dengan menggunakan alat komunikasi yang berkembang dari tradisi lisan, teknologi analog, hingga saat ini teknologi digital.

“Memahami sejarah, akan mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi untuk menyerap pengetahuan. Jika semula literasi hanya dimaknai sebagai penguasaan membaca dan menulis, saat ini literasi dipahami sebagai penggalian sumber pengetahuan untuk mencari solusi terhadap permasalahan lingkungan dan sosial kemasyarakatan,” jelas Tedi.

Terkait dengan era kebangkitan nasional, berkaca dari sejarah kebangkitan nasional bangsa Indonesia, maka hadirnya sosok Tirto Adi Suryo, tokoh pendiri pers nasional merupakan teladan yang baik, dimana Tirto Adi Suryo merupakan cerminan masyarakat yang mampu mengenyam pengayaan literasi yang komplit.

“Tirto Adi Suryo itu sangat cerdas, tak hanya karena ia banyak membaca dan belajar dari berbagai media tulisan saat itu, tetapi kemudian ia menulis di berbagai media. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah kebangkitan nasional, ia mendirikan koran pertama kali di negeri ini yang menggunakan bahasa Melayu cikal bakal bahasa Indonesia, dengan crew seluruhnya orang Indonesia,” jelas Tedi.

Masih menurut Tedi, tidak hanya itu Tirto Adi Suryo melalui media yang ia terbitkan memberikan wacana pendidikan bagi pembacanya, memberikan semangat pergerakan kebangkitan nasional, memberikan ruang menyampaikan pendapat, gagasan dan tulisan demi kemajuan bangsa saat itu. Banyak tokoh nasional yang lahir atas kerja Tirto Adi Suryo membuka wacana literasi dalam tulisannya.

“Jika diterapkan saat ini, maka tantangan kita sebagai generasi muda di era digital, adalah memanfaat berbagai sumber pengetahuan yang ada, memilah informasi yang bermanfaat, kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, sesuai dengan persoalan yang dihadapi dan sesuai juga dengan profesi masing-masing,” kata Tedi.

Diskusi tersebut dihadiri lebih dari 50 anggota KT Yodha Dharma, dalam sesi diskusi dan tanya jawab, banyak dialetika muncul, yang pada pangkalnya adalah bagaimana para pemuda mampu mengolah berbagai sumber daya untuk memajukan desanya. Sebagaimana dikuatkan oleh Carik Desa Sidomulyo, Wibowo, bahwa para pemuda mau tidak mau harus pandai memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk membaktikan dirinya berkegiatan memajukan desanya. Hal ini dikuatkan dengan resume dari moderator acara diskusi literasi, bahwa pada dasarnya pendidikan dan pengetahuan saat ini begitu luasnya, tinggal bagaimana menggiatkan semangat dalam menerapkannya.

“Jika dari sudut pandang pendidikan, maka saat ini pendidikan kita telah luas dan tinggi, namun kadang kita kurang semangat untuk menerapkannya, memperbaiki semangat untuk berjuang bagi masyarakat itulah inti dari diskusi ini, memebangkitkan semangat kita bersama untuk membangun desa sesuai dengan kapasitas kita amsing-masing,” pungkas Esti.

Menurut ketua KT YD Desa Sidomulyo Dwi Astoro, kegiatan diskusi seperti ini akan terrus diselenggarakan dan akan ada tindak lanjut implementasinya. (har, cun)

*Foto-foto kegiatan bisa diakses dalam Fans Page FB Suara Pemuda Jogja, twiter @SuarPemudaJogja, IG @suarapemudajogja

Terima kasih untuk berbagi berita di :

Artikel yang Serupa

Top